BLOG ini adalah karya pribadi saya. Karena itu mohon untuk TIDAK menggunakan/mengcopy/mengedit foto-foto yang ada di blog ini dan memanfaatkannya untuk keperluan komersial/umum tanpa ijin tertulis dari saya. Jika ingin mengcopy-paste isi maupun foto yang ada di blog ini untuk keperluan pribadi, diharapkan menyebutkan sumber dan link asal.

"JANGAN ASAL COPY-PASTE karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal." (Sumber: JACP. http://anotherfool.wordpress.com/jacp/ )


Showing posts with label tips n trik. Show all posts
Showing posts with label tips n trik. Show all posts

Saturday, September 12, 2020

HOMEMADE CHILI SAUCE (SAUS SAMBAL)


Nah, setelah berhasil membuat saus tomat sendiri, kenapa kita tidak mencoba membuat saus sambal ala yang dijual botolan juga?

Berikut aku tuliskan dulu cara membuat saus sambal ala aku ya ^_^


HEALTHY HOMEMADE CHILI SAUCE
By: Irene Susianto

Bahan:
2 kg tomat
250 g cabe rawit, atau sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan
1/2 kg Bawang bombay
400 g ubi jalar / sabrang / sweet potato <--- berfungsi sebagai pengental alami saus
200 g gula merah atau sesuai selera <--- bisa juga menggunakan gula pasir (mungkin jumlahnya akan lebih sedikit karena relatif lebih manis)
4 sdt Garam atau sesuai selera
1-2 sdm Cuka masak (jika diperlukan) <--- apabila sudah cukup asam dari rasa tomatnya, bisa saja tidak diperlukan tambahan cuka

Cara membuat:
 - Cuci bersih tomat dan cabe rawit, buang tangkainya.
 - Kupas bawang bombay, diiris agak besar-besar.
 - Kupas ubi jalar, potong-potong agak besar.
 - Rebus tomat, cabe rawit, ubi jalar dan bawang bombay (bisa dipresto),sampai matang. Saya menggunakan panci presto dengan sedikit air, dan begitu mendesis saya matikan apinya.
 - Haluskan dengan blender atau food processor sampai halus benar.
 - Tambahkan garam, gula, dan cuka. Aduk rata atau diblender kembali.
Catatan: ukuran banyaknya garam, gula, dan cuka, bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.
 - Sampai pada tahap ini sebetulnya saus sambal sudah bisa langsung digunakan atau dikonsumsi, namun biasanya saya panaskan kembali di atas api menggunakan wajan. Setelah mendidih, kecilkan api. Tutup pancinya agar tidak terlalu meletup-letup. Aduk sesekali hingga mencapai kekentalan yang diinginkan, lalu matikan api.
 - Simpan dalam botol bersih.
 - Saus sambal homemade ini tidak bisa bertahan lama di suhu ruang karena tidak menggunakan bahan pengawet dan pengental buatan. Apabila disimpan di dalam kulkas, bisa bertahan 1-2 minggu, tergantung suhu di dalam kulkas.
Saya sendiri menyimpannya di dalam toples-toples plastik bertutup, lalu saya masukkan ke dalam freezer. Saus yang disimpan di dalam freezer ini apabila tidak dikeluarmasukkan, bisa bertahan sangat lama, yang pasti bisa di atas 8 bulan (namun faktanya selalu sudah habis sebelum itu).
 - Apabila tidak tersedia banyak toples untuk menyimpannya, bisa menggunakan plastik santan (plastik tebal) kemudian diikat dengan karet gelang.
 - Jangan lupa mencantumkan tanggal pembuatannya ya, karena seperti saya, kadangkala saat batch pertama belum lagi habis, saya sudah membuat batch kedua dan seterusnya.


Demikianlah cara membuat saus sambal homemade yang enak, higienis, sehat, bisa diatur tingkat kepedasannya, dan pastinya lebih murah daripada membeli yang botolan ^_^


Selamat mencoba ^_^

HOMEMADE TOMATO SAUCE (SAUS TOMAT)


Ada kalanya di daerah tempat tinggal kita, harga tomat sangat murah. Biasanya kalau harga tomat sedang murah sekali, aku membeli dalam jumlah banyak sekaligus, karena harga per kg nya hanya sekitar Rp. 1.500,- hingga Rp. 2.000,- saja.
Nah, daripada dibiarkan membusuk di rumah atau di dalam kulkas, aku belajar membuat saus tomat sendiri, karena aku seringkali masak nasi goreng, mie goreng, dan semacamnya, di mana salah satu bumbu utamanya adalah saus tomat yang enak. Dulu aku menggunakan saus tomat dan saus sambal merk Del Monte, dan sekali beli yang jerigen 5 kg karena pemakaiannya cukup sering. Jadi merk inilah yang aku jadikan acuan rasa saat belajar membuat saus tomat dan saus sambal sendiri.

Berkali-kali mencoba membuat, dengan beberapa macam cara dan berbagai macam bumbu, akhirnya aku sudah "mempatenkan" membuat saus tomat dan saus sambal ala botolan dengan resep dan caraku sendiri.

Berikut aku tuliskan dulu cara membuat saus tomat ala aku ya ^_^


HEALTHY HOMEMADE TOMATO SAUCE
By: Irene Susianto

Bahan:
2 kg tomat
1/2 kg Bawang bombay
400 g ubi jalar / sabrang / sweet potato <--- berfungsi sebagai pengental alami saus
200 g gula merah atau sesuai selera <--- bisa juga menggunakan gula pasir (mungkin jumlahnya akan lebih sedikit karena relatif lebih manis)
4 sdt Garam atau sesuai selera
1-2 sdm Cuka masak (jika diperlukan) <--- apabila sudah cukup asam dari rasa tomatnya, bisa saja tidak diperlukan tambahan cuka

Optional:
1 sdt Oregano kering
1 sdt Basil kering

Cara membuat:
 - Cuci bersih tomat, buang tangkainya.
 - Kupas bawang bombay, diiris agak besar-besar.
 - Kupas ubi jalar, potong-potong agak besar.
 - Rebus tomat, ubi jalar dan bawang bombay (bisa dipresto),sampai matang. Saya menggunakan panci presto dengan sedikit air, namun begitu mendesis saya matikan apinya.
 - Haluskan dengan blender atau food processor sampai halus benar.
 - Tambahkan garam, gula, dan cuka. Aduk rata atau diblender kembali.
Catatan: ukuran banyaknya garam, gula, dan cuka, bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.
 - Sampai pada tahap ini sebetulnya saus tomat sudah bisa langsung digunakan atau dikonsumsi, namun biasanya saya panaskan kembali di atas api menggunakan wajan. Setelah mendidih, kecilkan api. Tutup pancinya agar tidak terlalu meletup-letup. Aduk sesekali hingga mencapai kekentalan yang diinginkan.
 - Tambahkan dried herbs apabila suka, kemudian matikan api.
 - Simpan dalam botol bersih.
 - Saus tomat homemade ini tidak bisa bertahan lama di suhu ruang karena tidak menggunakan bahan pengawet dan pengental buatan. Apabila disimpan di dalam kulkas, bisa bertahan 1-2 minggu, tergantung suhu di dalam kulkas.
Saya sendiri menyimpannya di dalam toples-toples plastik bertutup, lalu saya masukkan ke dalam freezer. Saus yang disimpan di dalam freezer ini apabila tidak dikeluarmasukkan, bisa bertahan sangat lama, yang pasti bisa di atas 8 bulan (namun faktanya selalu sudah habis sebelum itu).
 - Apabila tidak tersedia banyak toples untuk menyimpannya, bisa menggunakan plastik santan (plastik tebal) kemudian diikat dengan karet gelang.
 - Jangan lupa mencantumkan tanggal pembuatannya ya, karena seperti saya, kadangkala saat batch pertama belum lagi habis, saya sudah membuat batch kedua dan seterusnya.


Tidak sulit kan, membuat saus tomat yang enak, higienis, sehat, dan pastinya lebih murah daripada membeli yang botolan ^_^


Selamat mencoba ^_^

Saturday, February 3, 2018

HEALTHY HOMEMADE PEANUT BUTTER / SELAI KACANG


Selai kacang merupakan salah satu sumber protein nabati yang sangat baik bagi tubuh kita, asalkan dikonsumsi secara moderat.
Banyak sekali merk selai kacang yang dijual di pasaran, namun sepertinya rata-rata menggunakan berbagai macam campuran, mulai dari minyak, bahan pengawet, bahan pengemulsi, dan sebagainya. Bahan-bahan tambahan yang tidak alami inilah yang tidak baik untuk kesehatan tubuh kita apabila dikonsumsi secara terus-menerus.
Banyak orang yang menghindari kacang-kacangan karena dianggap menyebabkan penyakit asam urat, padahal tidak selalu demikian. Beberapa bulan terakhir ini, aku justru hampir setiap hari mengkonsumsi selai kacang, namun tentunya diimbangi dengan makanan lain yang sehat dan bisa mengurangi kadar asam urat, dan yang paling penting adalah olahraga yang teratur.

Kalau dikonsumsi secara tepat, selai kacang justru cocok untuk diet, bukannya membuat gemuk. Perihal bagaimana mengkonsumsinya, manfaat-manfaatnya, dan bagaimana mencegah penyakit asam urat, silakan browsing sendiri yah... hehehehe...
Di sini aku akan menjelaskan cara membuat selai kacang yang sebetulnya amat sangat mudah, praktis, hanya membutuhkan kesabaran saja. Aku jamin hasil akhirnya akan jauh lebih enak daripada selai-selai kacang yang buatan pabrik, bahkan yang merk-merk terkenal sekalipun. Hasil homemade peanut butter ini akan terasa sangat creamy asli dari kacangnya. Sekali makan, dijamin akan ketagihan! (Kecuali kalau nggak doyan kacang.)


HEALTHY HOMEMADE PEANUT BUTTER
By: Irene Susianto

Cara Membuat:
- Belilah kacang tanah (tidak perlu yang dikupas kulit arinya).
- Bersihkan kotoran-kotoran atau bahan lain yang kadang tercampur di dalam kacang tanah ini.
- Cuci bersih terlebih dahulu, kemudian dijemur atau diangin-angin agar kering.
- Setelah itu siapkan oven dan loyang yang cukup untuk memanggang kacang ini. Biasanya aku beli 2 kg kacang tanah, dan untuk memanggangnya diletakkan di dalam 3 buah loyang 30X30 cm, dan dipanggang di oven tangkring ukuran 30cm.
- Panggang kacang tanah dengan api sedang agak kecil (kalau apinya terlalu besar akan cepat gosong, kalau terlalu kecil waktu memanggangnya akan sangat lama).
- Tiap 10-15 menit, pindah-pindahkan posisi loyang di dalam oven (atas / tengah / bawah), sembari sesekali kacang diaduk agar matangnya merata.
- Setelah kacang matang sempurna, matikan oven dan dinginkan kacang tersebut. Aku membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk tiap 2 kg kacang tanah.
- Setelah matang biasanya beratnya akan menyusut sekitar 10%.
- Setelah kacang dingin, masukkan ke dalam food processor dan jalankan food processor sekitar 10 menit. Pada tahap ini, kacang sudah akan menjadi adonan yang kental. Sebetulnya langsung dilanjut sampai jadi selai juga tidak masalah, hanya saja food processornya akan jadi panas, dan sebaiknya diistirahatkan dulu daripada rusak.
Tolong jangan bertanya kalau tidak ada food processor harus bagaimana. Silakan beli, atau coba dengan blender, atau diulek kalau merasa kuat.
- Tambahkan gula halus sesuai selera. Aku menggunakan gula pasir yang diblender sampai halus. Kalau menggunakan gula pasir langsung, gulanya akan sedikit kasar di akhir.
- Tambahkan garam sesuai selera juga.
- Jalankan lagi food processor selama 5 - 10 menit, atau sampai tingkat kehalusan selai yang diinginkan.

Beberapa catatan:

- Untuk sekitar 500 gram kacang tanah yang sudah dioven, bisa menggunakan 40-100 gram gula halus, tergantung selera. Garam yang digunakan cukup 1 sendok teh (bukan sendok untuk mengaduk minuman ya, tapi betul-betul sendok teh sesuai aturan baking).
- Yang paling sehat adalah jika tidak ditambahkan gula dan garam, namun sebagian besar orang akan kurang suka dengan rasanya.
- Tidak perlu menambahkan minyak, karena dari kacang itu sendiri akan keluar minyaknya, dan sudah cukup untuk membuat teksturnya licin dan seperti selai.
- Kalau suka yang kasar atau bertekstur crunchy, dikurangi saja waktu proses di dalam food processornya. Atau blender sedikit kacang tanah agar kasar, dan dicampurkan terakhir saat yang di dalam food processor sudah menjadi selai.
- Bagi yang suka model-model semacam Nutella, bisa ditambahkan cokelat bubuk, tentunya yang berkualitas baik, ke dalam food processor. Aku baru mau akan mencobanya, jadi belum tahu pastinya akan butuh berapa gram cokelat bubuk atau gula. Akan kuposting menyusul kemudian ya...
- Kacang tanah bisa diganti atau dicampur dengan almond atau kacang-kacangan jenis lain (asal bukan kacang panjang saja yah hahahaha...)
- Kalau malas membuatnya, pesan saja di bukalapak.com selai kacang buatanku yang seperti foto di atas tuh hehehehe.... ^_^


Sangat mudah kan? Dan yang pasti sehat dan asli tanpa bahan pengawet dan bahan tambahan yang aneh-aneh.


Selamat mencoba ^_^

Tuesday, April 29, 2014

ROTI BERLAPIS SELAI COKLAT



Beberapa waktu yang lalu, saya menonton sebuah video klip di youtube mengenai sebuah bentuk roti yang unik dan cantik sekali menurut saya...

Selesai menontonnya, jadi penasaran sekali ingin membuat bentuk roti tersebut. Walaupun hanya dengan bahan dan peralatan seadanya, akhirnya saya coba membuat bentuk roti tersebut...


Aslinya, roti ini dinamai Nutella Braided Tear And Share Bread. Silakan diklik untuk menonton proses membuatnya.

Di rumah hanya ada selai coklat merk Tulip yang biasa saya pakai untuk isian roti. Adonan roti pun menggunakan resep yang biasanya saya pakai, yang ada di sini





Percobaan pertama, ternyata tidak semudah tampaknya hahahaha..... adonannya jadi lengket-lengket dan agak susah memotong-motongnya. Tapi akhirnya berhasil juga walaupun tidak secantik aslinya....
Ini adonan mentah yang sudah jadi dan tinggal menunggu proofing.


Percobaan kedua, saya mencoba dengan membagi 2 adonan, separuhnya diberi pasta coklat untuk tetap memberikan efek dua warna, dan sebagai fillingnya saya tambahkan keju parut.
Proses memotongnya jadi lebih susah lagi dengan adanya keju parut, tapi akhirnya bisa juga sih hehehehe.... Dan hasilnya sangat memuaskan lhooo.....




Rasanya enak, teksturnya tetap lembut (tadinya saya pikir akan keras), dan sensasi coklat dan kejunya ada di tiap gigitan.... Hmmmm... yummy deh....
Bisa dijadikan alternatif jika bosan dengan model yang itu-itu saja.....
Selamat mencoba juga ya teman-teman....... ^_^


 

Saturday, November 9, 2013

RESEP, TIPS DAN TRIK MEMBUAT BUTTERCREAM

Last Edited: 16 May 2014

Berhubung pagi ini ada yang menanyakan tentang buttercream di WA saya, maka sekalian saja saya share resep yang biasa saya pakai ya....



Sedari kecil, saya sukaaaaaaa sekali kalau melihat kue tart yang dipajang di toko-toko kue... tapi jarang dibelikan sih hehehehe.... saya suka makan krimnya yang tampak cantik dan berwarna-warni. Waktu SD pun ada penjual roti yang tiap pagi lewat di depan rumah, roti Aroma namanya... papi saya tahu kesukaan saya, selalu dibelikannya roti yang isinya krim bertabur meses hehehe....
Tapi kalau kue tart kan lain ya, bentuk dan warna hiasan krimnya bagus-bagus.... Adik papi saya juga ada yang pandai membuat kue tart, waktu kecil dulu saya kadang suka terkagum-kagum melihat beliau menghias kue tart. Karena itu waktu minat baking sudah tumbuh di dalam diri saya (cieee.....), saya ingin sekali bisa membuat kue tart, minimal buat konsumsi sendiri lah....



Kalau urusan bagaimana menghiasnya, itu relatif, tergantung bakat, kreativitas dan ketrampilan masing-masing orang ya.... tapi setidaknya untuk krimnya, saya berusaha mencari resep buttercream yang simple tapi enak, tidak ngendal di lidah, tidak berpasir, dan tidak membuat eneg....

Sudah ada beberapa resep buttercream yang saya coba, dan dari sekian banyak resep yang saya coba, yang menjadi andalan saya ada 2 resep, yakni resep dari NCC dan resep dari mbak Ani Lizzarni.
Saya share dulu resepnya ya....



1.BUTTERCREAM SPECIAL
By: Fatmah Bahalwan
Modified by: Irene

1kg mentega putih
600g simple syrup 
500g SKM Carnation (1 kaleng yang besar)
50g susu bubuk
1 sdm Rhum (optional)*
1 sdm essence susu (optional)*
*bisa ditambahkan essence atau pewarna sesuai selera


Cara Membuat:
- Mentega putih dikocok sampai mengembang ringan.
- Masukkan bahan-bahan lain, kocok sampai rata benar...
- Hasilnya kokoh sekali


2. BUTTERCREAM ANI LIZZARNI
 

Bahan: 
250 gr Mentega putih
125 ml susu kental manis
3sdm air garam ---> Campur sekitar 1sdt garam kedalam 1 cangkir air, lalu air garam ini yg ditakar 3 sdm setara dengan 30ml air garam.
100gr gula pasir direbus dengan air garam
1sdm pasta vanili

Cara membuat: 

- masak gula dan air garam dengan api kecil hingga gula larut.
- Campurkan dengan susu, aduk rata. Biarkan hingga dingin.
- Mixer mentega putih hingga mengembang dan ringan.
- Masukkan bahan-bahan lainnya, lalu mixer semua bahan hingga rata.
 

 

Untuk resep NCC di atas, aslinya menggunakan 800g mentega putih dan 200g softcream. Tapi di kota saya ini yang namanya softcream tidak selalu ada, lebih sering tidak adanya sih hehehe.... karena itu saya menggunakan mentega putih saja.
 
Nah, kunci membuat buttercream yang tidak ngendal adalah pada pengocokan mentega putihnya. Pengocokan mentega putih HARUS sampai mengembang dan ringan. Kalau kondisi ini belum tercapai, biasanya hasil buttercream akan ngendal di lidah.
Selain itu, untuk membuat buttercream yang baik, mentega putih dimixer dulu sendiri sampai benar-benar mengembang, baru masukkan bahan-bahan lain, seperti SKM, simple syrup, dll.

Simple syrup sendiri dibuat dengan melarutkan gula pada air, dengan perbandingan 1:1. Jadi misalnya kita akan membuat 500 gram simple syrup, masak 250 gram air, setelah mendidih masukkan 250 gram gula pasir, aduk di atas api kecil sampai larut semua, lalu matikan apinya. Jangan lupa disaring untuk mencegah simple syrupnya ada kotoran dari gulanya.

Ketahanan buttercream di suhu ruang maksimal 1 minggu, karena mengandung SKM yang tidak tahan lama di suhu ruang. Kalau dimasukkan kulkas bisa tahan lebih dari 1 bulan.....



Terkadang kalau kita sering membutuhkan buttercream tapi hanya sedikit jumlahnya, pasti malas ya membuatnya berulang kali. Nah untuk mempermudah  proses pembuatan buttercream ini dan supaya awet disimpan dalam jangka waktu yang relatif lebih lama, lebih baik mentega putihnya saja yang dimixer sampai mengembang dan ringan, lalu disimpan di dalam wadah yang bersih dan tertutup rapat di suhu ruang. Jadi sewaktu-waktu kita ingin membuat buttercream, tinggal mengambil mentega putih yang sudah dimixer, dan tinggal menambahkan bahan-bahan lain dan dimixer sebentar saja.... jadi deh... ^_^



Untuk buttercream yang betul-betul enaaaaaak, gunakan butter. Lebih baik unsalted butter, tapi kalau yang tersedia hanya salted butter pun tidak masalah, memang akan ada sedikit rasa gurih-gurih gimana gitu.... tapi tetap enak banget.... ini pernah saya praktekkan dalam membuat opera cake. Kelemahannya, buttercream dari butter ini cenderung lembek dan susah dibentuk, jadi kurang cocok untuk polesan luar tapi lebih cocok untuk isian/filling di tengah cake.

Untuk pewarnaan buttercream, gunakan pewarna makanan, biasanya bentuknya cair. Lebih baik menambahkan tetes demi tetes sampai dihasilkan warna yang diinginkan, daripada sekaligus beberapa tetes tapi warnanya jadi terlalu tua....

Selain menggunakan pewarna makanan, bisa juga menggunakan essence. Saya paling suka buttercream dengan rasa mocca, karena itu biasanya saya beri essence mocca. Gunakan essence yang baik untuk memperoleh wangi dan rasa mocca yang enak ya.....



Buttercream yang masih berwarna putih juga bisa dicampur dengan DCC yang dilelehkan untuk menghasilkan buttercream yang nyoklat,  bukan cuma warnanya saja, tapi juga rasanya. Kualitas DCC yang digunakan sangat mempengaruhi rasa akhir, oleh karena itu gunakan DCC dengan kualitas yang baik. Perbandingannya disesuaikan dengan selera masing-masing saja....

Kalau ada sisa buttercream dari membuat/menghias cake, simpan dalam plastik seitiga atau dalam wadah rapat, dan masukkan ke dalam kulkas. Apabila akan dipakai lagi, tinggal didiamkan di suhu ruang. Jika akan digunakan untuk menghias (bukan untuk filling), sebaiknya dimixer ulang sebentar agar lembut lagi teksturnya.

Nah rasanya sudah cukup lengkap ya penjelasan saya seputaran buttercream.... mudah-mudahan berguna.... ^_^

Wednesday, June 8, 2011

TIPS, TRIK, STEP BY STEP DAN CARA MEMBENTUK ROTI

Last updated: 29 April 2014
 
Aku membuat catatan ini, karena keluargaku suka makan roti, dan aku ingin berbagi pengalaman setelah  berulang kali aku membuat roti.

Terutama untuk membentuk roti, karena aku sendiri merasa sangat kesulitan mencari informasi cara membentuk roti selain berbentuk bulat atau lonjong hehehe.....
Makanya berpuluh kali membuat roti, paling sering ya model bulat, atau lonjong. Itu pun kadang bentuknya masih kurang seragam, terutama yang lonjong hahaha....
Dari melihat bentuk-bentuk roti yang ada di internet, sepertinya tidak ada satu pun yang menyertakan caranya, bagaimana supaya bentuknya menjadi seperti ini dan seperti itu, tampak cantik-cantik seperti di bakery.
Apa aku saja yang terlalu bodoh atau kuper ya.... mungkin banyak dimuat di majalah juga, cuma aku tidak tahu saja...

Aku mulai dari tips n trik yang aku dapat dari berbagai sumber ya....

Kunci pembuatan roti yang empuk dan menul-menul seperti di bakery adalah PENGULENAN dan WAKTU PROOFING yang pas.
Adonan mengembang, tidak otomatis membuat tekstur roti menjadi empuk. Komposisi bahan juga mempengaruhi hasil akhir.

Ada beberapa tips dalam pembuatan roti

- Pastikan pengadonan benar-benar KALIS ELASTIS, tidak hanya KALIS.  Kalau adonan ditarik sampai tipis tidak sobek.

- Pastikan adonan roti dibiarkan dengan waktu proofing yang PAS. Dari pengalaman pribadi saya, setelah elastis, dibiarkan kurleb 10-15 menit.

Kemudian di rounding/dibulatkan, biarkan 10 menit (sembari membulatkan sisa adonan). Setelah itu baru dibentuk sesuai selera,
- Kalau hanya akan dibentuk bulat-bulat, langsung saja setelah dibulatkan ditata di atas loyang.
- Untuk proofing kedua setelah adonan roti dibentuk/diisi, lamanya tergantung suhu ruang sekitar. Jika suhu cenderung hangat, biasanya 1 sampai 1,5 jam. Jika suhu sekitar cenderung dingin, bisa 1,5-2 jam, bahkan lebih. Jadi waktu proofing tidak pasti, tapi pastikan adonan roti sudah terasa "ringan" dan mengembang sempurna sebelum dipanggang.
- Pemanggangan dengan suhu kurleb 180derajat Celcius untuk menghasilkan roti yang matang di dalam dan garing di luar.
- Setelah roti matang, panas-panas olesi dengan butter agar lebih moist dan wangi
- Untuk mendapatkan hasil yang empuk, gunakan hanya kuning telur saja, tambahkan bread improver, gunakan butter bukan margarin. Pengalaman, tanpa bread improver pun bisa empuk menul-menul, asalkan pengulenan adonan benar-benar ELASTIS.


TIPS DARI ANEKA ROTI:

TIPS MEMBUAT ROTI
- Timbang bahan dengan tepat sesuai resep.
- Cara menyimpan sisa tepung, masukkan dalam kaleng yang kering dan bersih dan tutup rapat. Bila ingin menambahkan tepung yang baru, habiskan dulu yang lama. Atau tetap di dalam kemasan plastik, tapi pastikan kemasan plastik benar-benar rapat ya....
- Saat membeli ragi perhatikan tanggal kadaluwarsanya.
- Menguleni adonan harus benar - benar elastis supaya roti mengembang sempurna.
- Sebelum masuk oven, bentuk roti sebaiknya dibetulkan kembali karena setelah mengembang, bagian bawah roti kadangkala terbuka

KEGAGALAN YANG SERING TERJADI SAAT MEMBUAT ROTI
Penyebab adonan tidak mengembang :
- Ragi tidak aktif.
- Pengulenan adonan tidak elastis.
- Waktu fermentasi kurang.

Penyebab roti keriput :
- Fermentasi terlalu lama.
- Jumlah pemakaian cairan terlalu banyak dibanding pemakaian tepung.

Penyebab roti pucat warnanya :
- Kurang gula / lupa memasukkan gula
- Api kurang panas.
- Pengolesan kurang tebal

Penyebab roti tidak meninggi tetapi melebar :
 - Jumlah cairan terlalu banyak dibanding dengan tepung.

Penyebab roti keras :
- Tepung terlalu banyak.
- Pengulenan tidak sampai elastis.
- Pegovenan terlalu lama ( misal karena api terlalu kecil ).

Penyebab bagian tengah roti tidak matang :
 - Api terlalu kecil hingga setelah 10 menit di oven, hanya bagian luar saja yang matang.
- Suhu oven sudah pas, hanya pengovenan kurang lama

Penyebab roti berlubang - lubang :
- Fermentasi terlalu lama.
- Ketika fermentasi usai, adonan tidak dikempiskan dulu.
- Sebelum diisi, adonan tidak digiling dulu.

Penyebab tekstur roti tidak berbentuk :
 - Adonan tidak diuleni sampai elastis

Penyebab bagian bawah roti terlalu keras
- Roti terlalu lama di oven.

Penyebab roti terlalu asam :
- Ragi terlalu banyak.
- Fermentasi terlalu lama.

Penyebab permukaan roti tidak mulus :
 - Ketika dibentuk, permukaan roti tidak dilicinkan dulu.

Penyebab roti berjamur :
- Belum lewat sehari roti berjamur, karena roti yang masih panas, sudah dimasukkan dalam kantong plastik dan dibungkus rapat.


Demikian untuk tips n trik tentang roti.....
Sekarang beralih ke cara membentuk roti.


Dari mulai yang paling sederhana, aku eksperimen sendiri waktu itu, adonan yang sudah dibentuk bulat atau lonjong atau oval, diberi keratan-keratan dengan pisau atau gunting. Yah setidaknya ada modelnya dikit lah hehehe.....

Pernah juga meniru salah satu bakery yang ada di kotaku, bentuknya kurang lebih seperti ini, tapi masih lebih bagus yang di bakery tersebut, tentu saja....
Rotinya dibelah, dan sebelum dipanggang diberi butter beku di bagian yang berlekuk itu, lalu ditabur gula pasir.



Bisa juga adonannya dibuat lonjong, lalu setelah matang, dipotong menjadi 2, lalu direkatkan dengan butter cream dan ditaburi keju atau meses, seperti ini....

Kalau suka model roti bantal, adonan roti ditimbang sekitar 40 gram dan diberi isian, lalu ditata di dalam loyang, nanti roti tersebut akan mengembang mengikuti bentuk loyangnya.


Lama kemudian, aku memperoleh sebuah video tentang promo suatu produk, di mana salah satunya ada adegan membentuk roti. Sebetulnya cuma 2 macam sih, dan mirip pula.... tapi kemudian dari situ mulai bisa membuat bentuk yang agak cantik ^_^

Aku coba memberi step by step nya ya.... mudah-mudahan bisa dimengerti...

1. Bentuk dasar (bulat)



Mungkin untuk yang baru belajar membuat roti masih kesulitan membulatkan adonan yang sudah ditimbang. Susah membuat bentuknya jadi bulat sekaligus mulus permukaannya.
Caranya adalah dengan "dicubit-cubit" ke bawah (ke satu arah). Usahakan cubitan-cubitan itu agak diremas sedikit supaya nantinya tidak terlepas bagian bawahnya.




2. Bentuk seperti ini:


 

Pada dasarnya, roti di atas menggunakan roti bulat biasa, hanya dimasukkan ke dalam cupcase (alas kertas yang biasanya untuk cupcake). Bentuk jadinya mirip dengan roti bluder ya.... Bisa diisi dengan coklat, keju, atau apa saja sesuai selera... ^_^


3. Bentuk seperti ini:



Pertama, setelah adonan ditimbang (aku biasanya 60 gram), dipipihkan. Biasanya aku menggunakan botol bekas yang sudah dicuci bersih dan dihilangkan semua stickernya. Pernah menggunakan rolling pin kayu, tapi lengket hehehe....




Setelah dipipihkan, beri isian sesuai keinginan di tengahnya, misalnya parutan keju, atau selai coklat.
Setelah itu, kerat bagian pinggir kanan dan kiri.
Lipat menyilang bergantian kanan dan kiri.
Untuk lipatan terakhir, usahakan agak ditarik supaya mulur, lalu direkatkan melingkar supaya erat ikatannya, tidak terlepas saat mengembang.
Jadilah satu bentuk cantik ^_^





4. Bentuk seperti ini:

Sama dengan sebelumnya, timbang dan pipihkan, tapi kali ini isiannya diletakkan di sisi pinggir, dan dikerat melintang satu sisi.
Gulung dari arah isian ke arah keratan.
Perhatikan juga agar tiap ujung keratan terikat rapat ya, karena kalau tidak bisa lepas saat mengembang.
Untuk bentuk ini, bisa menggunakan isian coklat, keju, atau pisang yang sudah dikukus sampai matang.



Cantik juga kan jadinya?? ^_^





5. Bentuk seperti ini:





Bentuk ini adalah variasi dari bentuk nomor 3.



Setelah langkah terakhir, pertemukan ujung-ujungnya, atau hanya dibentuk melengkung juga bisa.


Jadi bentuk yang cantik kan? ^_^

Untuk semua bentuk roti, bisa divariasi dengan tambahan pasta, misalnya pasta coklat, pasta pandan, dan sebagainya.
Kalau ingin 2 warna, sebagian adonan diberi pasta, sebagian tidak, lalu adonannya dibulatkan jadi satu.
Untuk step by step bentuk 3 dan 4 di gambar,ada adonannya yang aku campur kismis karena anakku suka kismis.
Jadi adonan roti pada dasarnya bisa divariasi sesuai selera ya.... ^_^



6. Bentuk seperti ini:





Belakangan saya sedang suka bentuk di atas ini, gara-garanya pernah membeli roti di suatu bakery ternama yang kurang lebih bentuknya seperti di atas, tanpa taburan meses, namun kedua ujungnya dicelup DCC leleh.
Kalau bentuk di atas, adonan roti dibentuk lonjong polos tanpa isian. Setelah matang, baru dibelah membujur sampai hampir ke dasar (tapi jangan sampai putus ya...). Kemudian belahan tersebut dibuka, diisi dengan buttercream rasa mocca, lalu ditabur dengan meses. Enak sekali lhoooo.... ^_^

Bisa juga diberi buttercream vanilla, lalu diberi taburan keju di atasnya. Sebetulnya kemarin pagi membuat keduanya, tapi yang keju nggak difoto karena sudah capek. Foto yang bertabur keju menyusul yaaaa........ ^_^



7. Bentuk seperti ini:

 


Untuk bentuk di atas ini, penjelasan lebih lanjut dan link menuju tutorial cara membuatnya, silakan klik di sini.

 
Kalau untuk resep yang aku pakai untuk roti-roti di atas, bisa lihat di sini.

Hmmm baru sampai segitu sih ilmuku hehehe..... karena keluargaku sukanya isian coklat, keju atau kismis saja. Kurang suka dengan isian yang berbau-bau daging hehehehe.....
Kalau roti abon, prinsipnya sama, roti dibentuk lonjong, setelah matang dioles sedikit margarin, lalu ditaburi abon sesuai selera.

Oya ada beberapa tips dariku dalam membuat roti, terutama untuk "produsen" rumahan seperti aku.

1. Untuk isian coklat, jika isiannya menggunakan meses atau DCC, adonan roti harus benar-benar rapat, kalau tidak, pada saat dipanggang biasanya coklatnya bocor keluar.
Untuk amannya, bisa menggunakan filling coklat (bentuknya selai coklat khusus untuk filling cake dan roti), aku biasa pakai merk tulip, tapi merk lain juga banyak kok. Cuma aku baru mencoba merk itu dan hasilnya enak dan cukup memuaskan menurutku.

2. Kalau menggunakan kismis, lebih baik kismisnya dipotong-potong dulu, kalau besar-besar lebih susah menyatu dengan adonan rotinya.

3. Sebelum dipanggang, bisa diolesi dengan kuning telur atau susu evaporated supaya hasilnya mengkilap. Tapi kalau lagi males.com aku juga sering polosan saja hahahaha....
Setelah dipanggang juga bisa diolesi butter supaya lebih wangi.

4. Kalau lengket menggiling adonan dengan rolling pin,  dialasi dengan plastik lembaran ya, maka jadi tidak lengket lagi....

Di atas aku share beberapa bentuk roti yang pernah aku buat ya.... dari yang awal-awal bentuknya nggak karuan sampai yang terakhir waktu sudah bisa membentuk lebih cantik dengan foto yang lebih layak pula hehehe....

Semoga tulisanku ini berguna dan bisa membantu yang ingin membuat bentuk roti supaya tidak bosan dengan bentuk bulat saja.....
Kalau ada update lagi, akan aku tambahkan di sini juga.

Selamat mencoba ^_^