BLOG ini adalah karya pribadi saya. Karena itu mohon untuk TIDAK menggunakan/mengcopy/mengedit foto-foto yang ada di blog ini dan memanfaatkannya untuk keperluan komersial/umum tanpa ijin tertulis dari saya. Jika ingin mengcopy-paste isi maupun foto yang ada di blog ini untuk keperluan pribadi, diharapkan menyebutkan sumber dan link asal.

"JANGAN ASAL COPY-PASTE karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal." (Sumber: JACP. http://anotherfool.wordpress.com/jacp/ )


Showing posts with label resep (all). Show all posts
Showing posts with label resep (all). Show all posts

Saturday, September 12, 2020

HOMEMADE CHILI SAUCE (SAUS SAMBAL)


Nah, setelah berhasil membuat saus tomat sendiri, kenapa kita tidak mencoba membuat saus sambal ala yang dijual botolan juga?

Berikut aku tuliskan dulu cara membuat saus sambal ala aku ya ^_^


HEALTHY HOMEMADE CHILI SAUCE
By: Irene Susianto

Bahan:
2 kg tomat
250 g cabe rawit, atau sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan
1/2 kg Bawang bombay
400 g ubi jalar / sabrang / sweet potato <--- berfungsi sebagai pengental alami saus
200 g gula merah atau sesuai selera <--- bisa juga menggunakan gula pasir (mungkin jumlahnya akan lebih sedikit karena relatif lebih manis)
4 sdt Garam atau sesuai selera
1-2 sdm Cuka masak (jika diperlukan) <--- apabila sudah cukup asam dari rasa tomatnya, bisa saja tidak diperlukan tambahan cuka

Cara membuat:
 - Cuci bersih tomat dan cabe rawit, buang tangkainya.
 - Kupas bawang bombay, diiris agak besar-besar.
 - Kupas ubi jalar, potong-potong agak besar.
 - Rebus tomat, cabe rawit, ubi jalar dan bawang bombay (bisa dipresto),sampai matang. Saya menggunakan panci presto dengan sedikit air, dan begitu mendesis saya matikan apinya.
 - Haluskan dengan blender atau food processor sampai halus benar.
 - Tambahkan garam, gula, dan cuka. Aduk rata atau diblender kembali.
Catatan: ukuran banyaknya garam, gula, dan cuka, bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.
 - Sampai pada tahap ini sebetulnya saus sambal sudah bisa langsung digunakan atau dikonsumsi, namun biasanya saya panaskan kembali di atas api menggunakan wajan. Setelah mendidih, kecilkan api. Tutup pancinya agar tidak terlalu meletup-letup. Aduk sesekali hingga mencapai kekentalan yang diinginkan, lalu matikan api.
 - Simpan dalam botol bersih.
 - Saus sambal homemade ini tidak bisa bertahan lama di suhu ruang karena tidak menggunakan bahan pengawet dan pengental buatan. Apabila disimpan di dalam kulkas, bisa bertahan 1-2 minggu, tergantung suhu di dalam kulkas.
Saya sendiri menyimpannya di dalam toples-toples plastik bertutup, lalu saya masukkan ke dalam freezer. Saus yang disimpan di dalam freezer ini apabila tidak dikeluarmasukkan, bisa bertahan sangat lama, yang pasti bisa di atas 8 bulan (namun faktanya selalu sudah habis sebelum itu).
 - Apabila tidak tersedia banyak toples untuk menyimpannya, bisa menggunakan plastik santan (plastik tebal) kemudian diikat dengan karet gelang.
 - Jangan lupa mencantumkan tanggal pembuatannya ya, karena seperti saya, kadangkala saat batch pertama belum lagi habis, saya sudah membuat batch kedua dan seterusnya.


Demikianlah cara membuat saus sambal homemade yang enak, higienis, sehat, bisa diatur tingkat kepedasannya, dan pastinya lebih murah daripada membeli yang botolan ^_^


Selamat mencoba ^_^

HOMEMADE TOMATO SAUCE (SAUS TOMAT)


Ada kalanya di daerah tempat tinggal kita, harga tomat sangat murah. Biasanya kalau harga tomat sedang murah sekali, aku membeli dalam jumlah banyak sekaligus, karena harga per kg nya hanya sekitar Rp. 1.500,- hingga Rp. 2.000,- saja.
Nah, daripada dibiarkan membusuk di rumah atau di dalam kulkas, aku belajar membuat saus tomat sendiri, karena aku seringkali masak nasi goreng, mie goreng, dan semacamnya, di mana salah satu bumbu utamanya adalah saus tomat yang enak. Dulu aku menggunakan saus tomat dan saus sambal merk Del Monte, dan sekali beli yang jerigen 5 kg karena pemakaiannya cukup sering. Jadi merk inilah yang aku jadikan acuan rasa saat belajar membuat saus tomat dan saus sambal sendiri.

Berkali-kali mencoba membuat, dengan beberapa macam cara dan berbagai macam bumbu, akhirnya aku sudah "mempatenkan" membuat saus tomat dan saus sambal ala botolan dengan resep dan caraku sendiri.

Berikut aku tuliskan dulu cara membuat saus tomat ala aku ya ^_^


HEALTHY HOMEMADE TOMATO SAUCE
By: Irene Susianto

Bahan:
2 kg tomat
1/2 kg Bawang bombay
400 g ubi jalar / sabrang / sweet potato <--- berfungsi sebagai pengental alami saus
200 g gula merah atau sesuai selera <--- bisa juga menggunakan gula pasir (mungkin jumlahnya akan lebih sedikit karena relatif lebih manis)
4 sdt Garam atau sesuai selera
1-2 sdm Cuka masak (jika diperlukan) <--- apabila sudah cukup asam dari rasa tomatnya, bisa saja tidak diperlukan tambahan cuka

Optional:
1 sdt Oregano kering
1 sdt Basil kering

Cara membuat:
 - Cuci bersih tomat, buang tangkainya.
 - Kupas bawang bombay, diiris agak besar-besar.
 - Kupas ubi jalar, potong-potong agak besar.
 - Rebus tomat, ubi jalar dan bawang bombay (bisa dipresto),sampai matang. Saya menggunakan panci presto dengan sedikit air, namun begitu mendesis saya matikan apinya.
 - Haluskan dengan blender atau food processor sampai halus benar.
 - Tambahkan garam, gula, dan cuka. Aduk rata atau diblender kembali.
Catatan: ukuran banyaknya garam, gula, dan cuka, bisa disesuaikan dengan selera masing-masing.
 - Sampai pada tahap ini sebetulnya saus tomat sudah bisa langsung digunakan atau dikonsumsi, namun biasanya saya panaskan kembali di atas api menggunakan wajan. Setelah mendidih, kecilkan api. Tutup pancinya agar tidak terlalu meletup-letup. Aduk sesekali hingga mencapai kekentalan yang diinginkan.
 - Tambahkan dried herbs apabila suka, kemudian matikan api.
 - Simpan dalam botol bersih.
 - Saus tomat homemade ini tidak bisa bertahan lama di suhu ruang karena tidak menggunakan bahan pengawet dan pengental buatan. Apabila disimpan di dalam kulkas, bisa bertahan 1-2 minggu, tergantung suhu di dalam kulkas.
Saya sendiri menyimpannya di dalam toples-toples plastik bertutup, lalu saya masukkan ke dalam freezer. Saus yang disimpan di dalam freezer ini apabila tidak dikeluarmasukkan, bisa bertahan sangat lama, yang pasti bisa di atas 8 bulan (namun faktanya selalu sudah habis sebelum itu).
 - Apabila tidak tersedia banyak toples untuk menyimpannya, bisa menggunakan plastik santan (plastik tebal) kemudian diikat dengan karet gelang.
 - Jangan lupa mencantumkan tanggal pembuatannya ya, karena seperti saya, kadangkala saat batch pertama belum lagi habis, saya sudah membuat batch kedua dan seterusnya.


Tidak sulit kan, membuat saus tomat yang enak, higienis, sehat, dan pastinya lebih murah daripada membeli yang botolan ^_^


Selamat mencoba ^_^

Saturday, February 3, 2018

HEALTHY HOMEMADE PEANUT BUTTER / SELAI KACANG


Selai kacang merupakan salah satu sumber protein nabati yang sangat baik bagi tubuh kita, asalkan dikonsumsi secara moderat.
Banyak sekali merk selai kacang yang dijual di pasaran, namun sepertinya rata-rata menggunakan berbagai macam campuran, mulai dari minyak, bahan pengawet, bahan pengemulsi, dan sebagainya. Bahan-bahan tambahan yang tidak alami inilah yang tidak baik untuk kesehatan tubuh kita apabila dikonsumsi secara terus-menerus.
Banyak orang yang menghindari kacang-kacangan karena dianggap menyebabkan penyakit asam urat, padahal tidak selalu demikian. Beberapa bulan terakhir ini, aku justru hampir setiap hari mengkonsumsi selai kacang, namun tentunya diimbangi dengan makanan lain yang sehat dan bisa mengurangi kadar asam urat, dan yang paling penting adalah olahraga yang teratur.

Kalau dikonsumsi secara tepat, selai kacang justru cocok untuk diet, bukannya membuat gemuk. Perihal bagaimana mengkonsumsinya, manfaat-manfaatnya, dan bagaimana mencegah penyakit asam urat, silakan browsing sendiri yah... hehehehe...
Di sini aku akan menjelaskan cara membuat selai kacang yang sebetulnya amat sangat mudah, praktis, hanya membutuhkan kesabaran saja. Aku jamin hasil akhirnya akan jauh lebih enak daripada selai-selai kacang yang buatan pabrik, bahkan yang merk-merk terkenal sekalipun. Hasil homemade peanut butter ini akan terasa sangat creamy asli dari kacangnya. Sekali makan, dijamin akan ketagihan! (Kecuali kalau nggak doyan kacang.)


HEALTHY HOMEMADE PEANUT BUTTER
By: Irene Susianto

Cara Membuat:
- Belilah kacang tanah (tidak perlu yang dikupas kulit arinya).
- Bersihkan kotoran-kotoran atau bahan lain yang kadang tercampur di dalam kacang tanah ini.
- Cuci bersih terlebih dahulu, kemudian dijemur atau diangin-angin agar kering.
- Setelah itu siapkan oven dan loyang yang cukup untuk memanggang kacang ini. Biasanya aku beli 2 kg kacang tanah, dan untuk memanggangnya diletakkan di dalam 3 buah loyang 30X30 cm, dan dipanggang di oven tangkring ukuran 30cm.
- Panggang kacang tanah dengan api sedang agak kecil (kalau apinya terlalu besar akan cepat gosong, kalau terlalu kecil waktu memanggangnya akan sangat lama).
- Tiap 10-15 menit, pindah-pindahkan posisi loyang di dalam oven (atas / tengah / bawah), sembari sesekali kacang diaduk agar matangnya merata.
- Setelah kacang matang sempurna, matikan oven dan dinginkan kacang tersebut. Aku membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk tiap 2 kg kacang tanah.
- Setelah matang biasanya beratnya akan menyusut sekitar 10%.
- Setelah kacang dingin, masukkan ke dalam food processor dan jalankan food processor sekitar 10 menit. Pada tahap ini, kacang sudah akan menjadi adonan yang kental. Sebetulnya langsung dilanjut sampai jadi selai juga tidak masalah, hanya saja food processornya akan jadi panas, dan sebaiknya diistirahatkan dulu daripada rusak.
Tolong jangan bertanya kalau tidak ada food processor harus bagaimana. Silakan beli, atau coba dengan blender, atau diulek kalau merasa kuat.
- Tambahkan gula halus sesuai selera. Aku menggunakan gula pasir yang diblender sampai halus. Kalau menggunakan gula pasir langsung, gulanya akan sedikit kasar di akhir.
- Tambahkan garam sesuai selera juga.
- Jalankan lagi food processor selama 5 - 10 menit, atau sampai tingkat kehalusan selai yang diinginkan.

Beberapa catatan:

- Untuk sekitar 500 gram kacang tanah yang sudah dioven, bisa menggunakan 40-100 gram gula halus, tergantung selera. Garam yang digunakan cukup 1 sendok teh (bukan sendok untuk mengaduk minuman ya, tapi betul-betul sendok teh sesuai aturan baking).
- Yang paling sehat adalah jika tidak ditambahkan gula dan garam, namun sebagian besar orang akan kurang suka dengan rasanya.
- Tidak perlu menambahkan minyak, karena dari kacang itu sendiri akan keluar minyaknya, dan sudah cukup untuk membuat teksturnya licin dan seperti selai.
- Kalau suka yang kasar atau bertekstur crunchy, dikurangi saja waktu proses di dalam food processornya. Atau blender sedikit kacang tanah agar kasar, dan dicampurkan terakhir saat yang di dalam food processor sudah menjadi selai.
- Bagi yang suka model-model semacam Nutella, bisa ditambahkan cokelat bubuk, tentunya yang berkualitas baik, ke dalam food processor. Aku baru mau akan mencobanya, jadi belum tahu pastinya akan butuh berapa gram cokelat bubuk atau gula. Akan kuposting menyusul kemudian ya...
- Kacang tanah bisa diganti atau dicampur dengan almond atau kacang-kacangan jenis lain (asal bukan kacang panjang saja yah hahahaha...)
- Kalau malas membuatnya, pesan saja di bukalapak.com selai kacang buatanku yang seperti foto di atas tuh hehehehe.... ^_^


Sangat mudah kan? Dan yang pasti sehat dan asli tanpa bahan pengawet dan bahan tambahan yang aneh-aneh.


Selamat mencoba ^_^

Friday, November 14, 2014

POMPOM POTATO




Dulu sebelum aku mempunyai hobi memasak, terkadang untuk tambahan lauk kami membeli frozen food seperti chicken nugget, karage, spicy wing, dan potato nugget. Kebetulan untuk jenis sosis-sosisan dan model seperti tempura atau kaki naga, di keluargaku tidak suka.
Tapi itu sudah lamaaaaaa sekali, mungkin terakhir membeli frozen food seperti itu sudah 5 tahun lalu atau lebih, karena pada dasarnya memang hanya sebagai lauk kalau kepepet saja hehehehe...

Nah, waktu sudah mulai senang masak, aku beberapa kali membuat chicken nugget. Ternyata mudah ya, membuat chicken nugget sendiri. Tahun lalu kucoba membuat potato nugget, dan berhasil pula.... Lalu beberapa waktu lalu banyak postingan di group mengenai pompom potato. Tadinya kupikir apa gerangan ya, pompom potato... namanya kok unik.... ternyata oh ternyata.... sama saja dengan potato nugget yang dulu pernah kubuat. Jadi bulan lalu saat putriku ada di rumah,  coba bikin lagi deh buat bekalnya selama ngekost... bisa buat variasi lauk tambahannya. Pompom makan pompom deh hahahaha....



Waktu itu kebetulan menggunakan bahan-bahan seadanya saja di rumah, namun jadilah pompom potato yang lezat sekali.... ^_^ Ini dia resepnya:

Pompom Potato
By: Irene Susianto


Bahan:
350 gram kentang
60 gram Keju parut (atau sesuai selera)
Daging asap jika ada, banyaknya sesuai selera, potong-potong kecil
Lemak ayam secukupnya, potong-potong kecil (optional, tidak harus pakai)
Daun seledri secukupnya, dirajang halus

Putih telur
Tepung panir oranye


Cara membuat:
- Kentang dikupas, dicuci, potong-potong, direbus, dan ditumbuk sampai halus
- Setelah itu masukkan semua bahan lain: cincangan daging asap, lemak ayam, daun seledri, brokoli, dan keju parut.
- Campur semua bahan jadi satu, jika kurang asin bisa ditambahkan keju, atau bisa juga menggunakan chicken powder atau garam saja.
- Setelah itu dibentuk lonjong atau memanjang sesuai selera.
- Celupkan di putih telur, lalu gulingkan di tepung panir sampai tertutup rata.
- Jika akan langsung dimakan, bisa langsung digoreng, atau dimasukkan ke dalam kulkas dulu agar lebih set, tidak mudah lepas panirnya.
- Jika akan disimpan, kemas dalam plastik atau wadah plastik yang tertutup rapat, usahakan satu kemasan untuk satu kali makan supaya mudah mengambilnya. Simpan dalam freezer.
- Goreng dalam minyak panas dengan api sedang sampai keemasan. Jadi deh pompom potato yang cantik dan menggugah selera.... bisa untuk cemilan, dimakan dengan cocolan saus sambal, bisa juga untuk lauk... ^_^




Mudah ya membuatnya.... untuk isiannya juga bisa divariasi sesuai bahan yang ada atau sesuai selera. Misalnya menggunakan wortel yang diparut, daun bawang, atau yang lainnya....
Supaya membentuknya lebih mudah, gunakan sarung tangan plastik, sehingga tidak lengket di tangan dan lebih praktis....

Selamat mencoba ^_^

Friday, May 2, 2014

NASTAR


Nastar, atau kalau orang dulu menyebutnya ananas tart, adalah salah satu kue kering yang paling aku sukai.... Anakku yang tidak terlalu menggemari kue kering saja bisa menghabiskan satu toples sendiri hahahahaha........

Banyak resep nastar yang beredar di dunia maya ini, mulai dari nastar ekonomis, nastar old style, nastar dengan berbagai macam isian (durian, coklat, dsb), black nastar, sampai nastar keju. Aku sendiri hanya menyukai nastar dengan isian selai nanas, lain itu tertarik pun tidak hehehehe....

Dengan resep yang tepat, akan diperoleh hasil yang sesuai dengan selera kita. Ada yang suka model nastar yang "ngeprul", tapi ada juga yang suka dengan model nastar yang agak keras. Seleraku adalah yang "ngeprul", kalau dimakan akan hancur di dalam mulut.... ^_^
Setelah mencoba beberapa macam resep yang beredar, juga resep warisan dari nenekku, yang paling cocok adalah nastar NCC...

Membuat nastar memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Terutama pada bagian membuat selainya dan membulatkan nastarnya satu-persatu, belum lagi mengoles kuning telurnya pada saat mengoven... karena itu tidak heran jika nastar biasanya dihargai cukup mahal, karena perjuangannya memang berat untuk menghasilkan nastar yang enak dan cantik hehehehe.....

Selai yang digunakan untuk membuat nastar tidak bisa sembarang selai ya, apalagi selai yang untuk olesan roti, karena selai untuk nastar biasanya lebih padat, cenderung liat. Selai yang paling enak untuk dijadikan isian nastar adalah yang homemade, alias membuat sendiri. Ada sih selai nanas yang sudah jadi, tapi biasanya kalau kemasan bermerk kan mengandung pengawet atau bahan-bahan yang tidak kita ketahui. Selain itu, harganya yang cenderung murah jujur saja membuat agak bertanya-tanya, karena membuat sendiri bisa lebih mahal lho... maksudnya, apakah benar yang dijadikan bahan baku selai nanas itu benar-benar buah nanas segar? Sedangkan dari yang pernah kubaca, saus tomat pun tidak terbuat dari tomat hehehehe....

Nah ini dia resep yang biasa kugunakan ya......

NASTAR
by: Fatmah Bahalwan

Bahan kulit:
250 gr Margarine
250 gr Butter
100 gr gula halus
4 btr kuning telur
700 gr tepung terigu
4 sdm susu bubuk FC

Bahan polesan:
3 btr kuning telur
1 sdt cookie glaze

Cara membuat:
- Aduk mentega, gula dan telur hingga rata. (mixer speed 1, asal nyampur)
- Masukkan tepung terigu dan susu bubuk, aduk perlahan hingga tercampur rata.
- Ambil sedikit, bentuk bulat, isi dengan selai nanas. Susun diloyang tipis, beri jarak satu dengan yg lain.
- Oven dengan suhu 140’C selama lk. 30 menit, keluarkan dari oven, poles dengan bahan polesan, oven lagi hingga kuning mengkilat.
- Angkat, biarkan dingin, susun dalam toples, tutup rapat.





SELAI NANAS
Bahan:
4 bh nanas palembang, haluskan
200 gr gula pasir
1 sdt garam
1 ptng kayu manis

Cara membuat:
- Masak nanas halus bersama airnya, garam dan kayu manis hingga kering, tuang gula pasir, masak terus dengan api kecil hingga kering dan liat. Angkat.


*Catatan: untuk pembuatan selai nanas lebih lengkap, silakan klik di sini.




Cukup mudah kan sebetulnya membuat nastar ini.... hanya memang membutuhkan waktu yang cukup lama....
Oya, bahan-bahan yang digunakan dalam membuat adonan nastar akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhirnya, terutama margarine atau butter yang digunakan. Makin enak margarine dan butter yang digunakan, nastar yang dihasilkan juga akan lebih enak, lebih wangi, dan membuat kita tidak bisa berhenti makan hehehehe..... ^_^

Berani mencoba membuat nastar? Siapa takut ^_^

Wednesday, April 30, 2014

CHURROS




Churros, mendengar namanya sepertinya cukup asing ya.... makanan apakah gerangan churros?? Ternyata kalau istilah bahasa Indonesianya, churros adalah kue sus goreng hehehehe....

Membuatnya sangat mudah, peralatan yang digunakan pun sangat sederhana, namun rasanya enaaaak sekali.... Snack yang satu ini bisa dijadikan alternatif untuk teman minum kopi pagi hari, atau teh sore hari, ataupun snack menjelang tidur di malam hari kalau lapar hahahaha.....

Langsung saja berikut ini resepnya:

CHURROS (KUE SUS GORENG)
by: Irene Susianto


Bahan:
200 ml air
125 gr margarine atau butter
150 gr tepung terigu protein sedang atau rendah
3 btr telur

1 sdt baking powder


Cara membuat:
- Masak air dan margarine/butter hingga mendidih, lalu masukkan terigu, aduk-aduk hingga menjadi adonan yang kalis, lalu angkat dan dinginkan.
- Masukkan baking powder dan telur satu persatu sambil dimixer hingga rata.
- Masukkan adonan kedalam plastik segitiga, lalu semprotkan adonan ke dalam minyak yang telah dipanaskan.

- Goreng dengan api kecil saja sampai matang dan kecoklatan.
- Penyajian: Bisa disajikan dengan taburan gula dingin, dicelupkan ke dalam DCC cair, atau ditaburi keju, meses dan SKM, atau bagi yang suka, bisa ditaburi bubuk kayu manis saja.... pokoknya suka-suka deh penyajiannya..... ^_^



Tuh kan mudah sekali membuatnya, tapi betul, rasanya sungguh enak..... garing di luar dan lembut di dalam. Lebih enak dinikmati saat hangat ya....


Adonan churros yang sudah dibuat, setelah dimasukkan ke dalam plastik segitiga, bisa disimpan di dalam kulkas, dan digoreng secukupnya saja sewaktu-waktu. Adonan didiamkan di suhu ruang dulu sampai tidak dingin baru digoreng. Jadi tidak perlu repot membuat adonan setiap kali ingin makan churros ini.
Adonan bisa tahan sekitar 1-2 minggu di dalam kulkas yang baik kondisinya.

Tunggu apa lagi, mari kita membuatnya ^_^ 

Tuesday, April 29, 2014

ROTI BERLAPIS SELAI COKLAT



Beberapa waktu yang lalu, saya menonton sebuah video klip di youtube mengenai sebuah bentuk roti yang unik dan cantik sekali menurut saya...

Selesai menontonnya, jadi penasaran sekali ingin membuat bentuk roti tersebut. Walaupun hanya dengan bahan dan peralatan seadanya, akhirnya saya coba membuat bentuk roti tersebut...


Aslinya, roti ini dinamai Nutella Braided Tear And Share Bread. Silakan diklik untuk menonton proses membuatnya.

Di rumah hanya ada selai coklat merk Tulip yang biasa saya pakai untuk isian roti. Adonan roti pun menggunakan resep yang biasanya saya pakai, yang ada di sini





Percobaan pertama, ternyata tidak semudah tampaknya hahahaha..... adonannya jadi lengket-lengket dan agak susah memotong-motongnya. Tapi akhirnya berhasil juga walaupun tidak secantik aslinya....
Ini adonan mentah yang sudah jadi dan tinggal menunggu proofing.


Percobaan kedua, saya mencoba dengan membagi 2 adonan, separuhnya diberi pasta coklat untuk tetap memberikan efek dua warna, dan sebagai fillingnya saya tambahkan keju parut.
Proses memotongnya jadi lebih susah lagi dengan adanya keju parut, tapi akhirnya bisa juga sih hehehehe.... Dan hasilnya sangat memuaskan lhooo.....




Rasanya enak, teksturnya tetap lembut (tadinya saya pikir akan keras), dan sensasi coklat dan kejunya ada di tiap gigitan.... Hmmmm... yummy deh....
Bisa dijadikan alternatif jika bosan dengan model yang itu-itu saja.....
Selamat mencoba juga ya teman-teman....... ^_^


 

Monday, March 10, 2014

TAKOYAKI




Last Updated: 19 April 2014

Takoyaki adalah jajanan gurih yang berasal dari Jepang. Bentuknya bulat, dengan isian octopus atau gurita. Namun sekarang ini takoyaki bisa diisi dengan keju, ayam, sosis, dan macam-macam lagi.  Takoyaki biasanya disajikan dengan saus takoyaki, mayonaise, dan ditaburi katsuobushi (serutan ikan cakalang kering) dan aonon (rumput laut kering bubuk).

Pertama kali makan takoyaki ini karena putri tercinta saya yang ingin mencoba takoyaki di salah satu mall di kota Malang. Ternyata rasanya enak... hehehe.... setelah itu kalau ke Malang pasti membeli takoyaki di tempat itu, walaupun sebetulnya menurut saya harganya relatif mahal sih, satu kotak isi 4 buah harganya Rp. 13.000,- sampai Rp. 15.000,-
Selain itu memang belum tahu di mana lagi yang ada jual takoyaki. Takoyaki a la mall ini hanya disajikan dengan saus sambal botol, mayonaise, dan taburan katsuobushi, dan menurut saya itu sudah enak sekali.

Nah lama-lama penasaran juga ya ingin membuat sendiri, apalagi setelah tahu cetakan yang digunakan ternyata sama dengan cetakan poffertjes. Wah, bisa memberdayakan alat yang ada nih....
Jadilah mulai mencari-cari resep yang bahan-bahannya mudah didapat.
Katsuobushi merupakan bahan utama yang dibutuhkan, demikian pula isiannya, octopus. Kedua bahan ini tidak bisa saya dapatkan di kota kecil ini, karena itu saya membeli online dari salah satu penjual bahan takoyaki di kota Malang.

Akhirnya tiba juga saat eksekusi pada hari Minggu. Berikut resep takoyaki ya....

TAKOYAKI
By: Irene Susianto


Bahan:
350 ml air
5 gram katsuobushi
120ml susu cair
2 butir telur
150 gram terigu protein rendah
1 sendok teh baking powder
1/2 - 1 sendok teh kaldu bubuk (sesuaikan rasa dengan selera)
octopus yang telah direbus dan dipotong kecil-kecil

katsuobushi untuk taburan
mayonaise secukupnya --- untuk mayonaise saya juga menggunakan mayonaise buatan sendiri, yang mudah juga cara membuatnya....

saus sambal botol secukupnya

Cara membuat:
- 350 ml air + 5 gram katsuobushi, direbus sampai mendidih, biarkan api kecil menyala sampai kira-kira 5 menit, lalu matikan api. DInginkan dan saring.
- Setelah itu tuangkan susu cair, aduk rata.
- Tambahkan kaldu bubuk sesuai selera.
- Telur dikocok lepas, lalu aduk rata dengan campuran kaldu dan susu.
- Di tempat lain, siapkan terigu dan baking powder, aduk rata.
- Tuangi terigu dengan bahan cair, diaduk rata, lalu disaring agar tidak ada terigu yang bergerindil.
- Siapkan cetakan takoyaki, panaskan dan olesi margarin.
- Setelah panas, tuangi dengan adonan sampai penuh, segera isi dengan octopus.


 
- Begitu bagian pinggir sudah sedikit mengeras (jangan tunggu sampai kecoklatan ya....), langsung balik adonan kira-kira setengahnya, lalu isi lagi dengan adonan hingga penuh, baru dibalik seluruhnya, sehingga akan membentuk bulatan penuh. Gunakan tusuk sate atau sendok kecil.

 
- Masak sampai matang dan agak kering bagian luarnya, kalau perlu dibolak-balik supaya rata matangnya.
- Setelah matang, angkat dengan tusuk sate atau sendok kecil.


 
- Siapkan takoyaki yang masih panas, tuangi dengan saus sambal, lalu mayonaise, dan taburi dengan katsuobushi. Katsuobushi akan "menari-nari" jika terkena panas... ^_^
- Siap disajikan.........
- Hasil jadi sekitar 20 butir takoyaki.




Hmmm.... ternyata cukup mudah ya membuatnya... hanya saja waktu pertama memasak kemarin, bagian tengahnya sudah agak matang, jadi waktu dibalik jadi tidak bulat bentuknya tapi tetap setengah bola hahahahaha.....
Tapi rasanya uenaaak lhoooo...... serius.... lebih enak daripada yang beli di mall tadi.... Kemarin saya buat 1/2 resep, jadi 15 butir takoyaki tapi tidak bulat penuh sih, begitu matang dicemal-cemil tidak terasa sudah habis 9 butir sendirian hahahaha..... laper apa rakus tuh ya?

Yuk dicoba membuat sendiri.... pokoknya tidak akan menyesal deh... ^_^

MAYONAISE



Last updated: 19 April 2014

Mayonaise, atau sering disebut mayo saja, merupakan saus yang kental, biasanya berwarna putih, krem, atau kuning muda, yang biasanya digunakan sebagai tambahan dalam makanan seperti burger, salad, kentang goreng, sandwich, takoyaki, dan masih banyak lagi.

Saya termasuk penggemar mayonaise karena rasanya yang gurih dan creamy. Makan sandwich atau burger dengan banyak mayonaise rasanya lebih enak hehehe...
Kemarin saya mencoba mencari tahu, sebetulnya mayonaise terbuat dari apa sih? Ternyata oh ternyata.... bahan dasarnya hanyalah kuning telur dan minyak. Nah, karena sedang sangat penasaran ingin membuat takoyaki, sedangkan mayonaise merupakan salah satu bumbu utama penyajiannya, jadi tertantang untuk membuat sendiri deh... Kalau harus membeli, kadang kekentalannya tidak pas dengan selera kita, dan juga kadang kemasannya cukup besar. Kalau lama tidak dipakai kan sayang....

Jadilah hari Sabtu lalu saya browsing dan mempelajari berbagai resep dan cara membuat mayonaise. Hari Minggu siang kemarin saya praktekkan sebelum membuat takoyaki. Dari berbagai resep tersebut, saya pakai sedikit di sana dan sedikit di sini, hingga terciptalah komposisi baru yang pas menurut saya ^_^

Berikut cara membuat mayonaise sendiri ya....

MAYONAISE
By: Irene Susianto

 

Bahan: 
2 butir kuning telur
30-40 gram gula pasir (disesuaikan dengan selera)
sejumput garam
240 gram minyak ---- minyak yang digunakan bisa minyak goreng biasa, minyak kedelai, minyak jagung, atau olive oil
1/2 - 1 sendok teh cuka masak (disesuaikan dengan selera)

1 sendok teh mustard (jika ada)
3-4 sendok makan air panas (ini disiapkan terakhir saja jika memang diperlukan)

Cara membuat: 

- Kocok kuning telur bersama gula pasir dan garam sampai mengental dengan mixer kecepatan rendah.
- Tambahkan minyak sedikit demi sedikit ke dalam kocokan kuning telur. Lebih baik minyak sudah disiapkan dalam wadah seperti gelas ukur atau botol, jadi sembari tangan kanan menjalankan mixer, tangan kiri menuangkan sedikit minyak.
Menuangkan minyaknya sedikit saja ya.... kira-kira 1/2 sendok teh. Kocok dulu sampai rata benar, baru tambahkan lagi 1/2 sendok teh, demikian seterusnya....
- Lama kelamaan akan terbentuk adonan yang kental. Ketika minyak sudah tinggal kira-kira separuh dari jumlah awal, baru bisa dituangkan agak lebih banyak.
- Setelah minyak habis, akan terbentuk adonan yang sangat kental. Tambahkan cuka secukupnya. Cicipi rasanya sampai didapatkan rasa yang pas sesuai selera.

- Tambahkan 1 sendok teh mustard jika ada. Pada saat membuat kemarin, saya belum mempunyai mustard, jadi tidak menggunakannya....
- Pada saat ini, mayonaise akan sangat kental. Karena saya akan menggunakan sebagai saus yang bisa dituang, bagi saya adonan masih terlalu kental. Karena itu siapkan air panas di gelas. Kocok lagi adonan dengan mixer, sambil tambahkan air panas kira-kira 1 sendok makan saja. Adonan akan mengencer. Jika masih kurang encer, bisa ditambahkan lagi air panas, sampai diperoleh kekentalan yang diinginkan. Kemarin saya menggunakan sekitar 3 sendok makan air panas untuk mencapai mayonaise yang kekentalannya pas untuk saya.

- Hasil jadi: lupa saya timbang, tapi cukup untuk memenuhi 1 botol saus ukuran sedang.

Catatan: jika bisa, diusahakan menggunakan mustard ya... Ternyata pengaruhnya cukup besar dengan adanya mustard ini. Sebelum mustard dimasukkan, adonannya kental sekali.
Kemarin waktu membuat kedua kali, setelah ditambahkan mustard ternyata langsung mengubah teksturnya jadi lembut dan pas kekentalannya...
 

Nah, mayonaise siap digunakan.... dan rasanya memang enak ^_^
Ternyata membuat mayonaise tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya, bahkan mudah sekali lhoooo.....
Alangkah baiknya apabila kita bisa membuat sendiri makanan dan pelengkapnya, karena selain lebih sehat, higienis, pastinya jauh lebih murah juga hehehehe....

Selamat mencoba ^_^

Saturday, January 18, 2014

DORAYAKI (III)



Jumpa lagi di tahun 2014 ^_^
Selamat tahun baru untuk semuanya biarpun terlambat.... Semoga tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya ya........

Mengawali sharing resep di tahun 2014 ini, berikut adalah resep kue dorayaki, yang asalnya dari resep NCC, namun sudah saya modif di sana-sini sesuai dengan selera saya... ^_^




Melihat resepnya, mirip dengan resep martabak bolu yang pernah saya posting, karena menggunakan ragi sebagai bahan pengembangnya. Dan seperti martabak bolu, kue dorayaki ini empuk dan menul-menul sekali.... enak sekali deh pokoknya, cara membuatnya pun sangat mudah dan praktis..... ^_^

Berikut resepnya:

DORAYAKI
Sumber: Fatmah Bahalwan
Modifikasi: Irene Susianto


Bahan:
375 gram terigu protein sedang
60 gram gula pasir 

2 sdt ragi instan
4 btr telur
600 gram susu cair

90 gram mentega cair
Meses untuk isian


Cara membuatnya :

- Aduk tepung terigu, gula pasir dan ragi instan, masukkan telur dan susu sedikit demi sedikit hingga susu habis, aduk rata hingga menjadi adonan kental. Diamkan selama 30 menit.
- Tuangi mentega leleh. Aduk rata.
- Panaskan cetakan kue Dorayaki.
- Biarkan terlihat bersarang. Tutup. Masak hingga matang.

- Angkat, masukkan lagi adonan, tunggu hingga setengah matang, taburi meses sesuai selera, lalu tangkupkan dengan adonan pertama yang sudah matang tadi.
- Dibalik sekali, lalu angkat.
- Siap di sajikan.
- Hasil untuk 30-35 buah. 


 
Nah mudah sekali kan? Kue dorayaki ini cocok untuk camilan minum teh sore hari, atau untuk bekal si kecil sekolah..... hiks jadi teringat si kecil saya yang kini jauh.... nggak bisa buatin sarapan dan bekal buat kamu lagi setiap hari, Nak.... :((

Semoga bermanfaat ya.... dan selamat mencoba.... ^_^

Wednesday, December 11, 2013

OPERA CAKE

  
Opera cake.... saya pernah satu kali membuat opera cake sekitar tahun 2009, dengan salah satu resep yang banyak beredar di dunia maya ini. Hanya saja, saya kok kurang cocok dengan rasanya, ya.... bagi saya tidak ada sensasi "wow"-nya gitu lho..... Seperti cake biasa saja, malah saya masih lebih suka lapis surabaya.

Saya juga pernah satu kali membeli sepotong opera cake di Harvest, rasanya cukup enak, tapi sama saja tidak sampai memberikan efek "wow" buat saya.... hehehe.....Tidak membuat saya ingin membelinya lagi....

Salah satu "cita-cita" membuat opera cake ini juga unutk memenuhi keinginan mami saya, yang pernah bilang, "pingin tahu yang namanya opera cake itu seperti apa sih rasanya? Kok kayaknya enak banget....." karena itu saya mencoba mencarikan resep yang bagi saya terbaik untuk dieksekusi. 




Sampai suatu hari saya menemukan sebuah resep di http://www.splendidtable.org/recipes/opera-cake, tampaknya dengan membacanya saja sudah enak banget resepnya...... maka saya coba memberanikan diri membuatnya.

Kalau dekornya, sangat sederhana sekali lah, cenderung kurang rapi malah, karena tujuannya ingin tahu rasa opera cake yang asli seperti apa sih..... Ternyata benar.... opera cake yang satu ini "wow" banget kalau menurut saya... kenikmatan tersendiri setelah memakannya hehehehe.... Pokoknya enak banget deh, ganache-nya uenak, dan buttercreamnya.... it melts in your mouth... what a great sensation.... ^_^
I have to admit that this is the best opera cake I've ever eaten....

Resepnya aslinya dalam bahasa Inggris, tidak saya terjemahkan ya, daripada salah arti atau salah pengertian.
Tak berpanjang-panjang, ini dia resepnya.....


OPERA CAKE
Adapted from Dalloyau from Paris Sweets: Great Desserts from the City's Best Pastry Shops by Dorie Greenspan (Broadway Books, 2002). Copyright © 2002 by Dorie Greenspan.
 

A note on size: This recipe makes a square Opera Cake that is a festive - and impressive - 10 inches (25 cm) on a side. If this is more cake than you need, don't cut down the recipe - you won't be successful with some of the cake's components, particularly the buttercream, if you reduce the quantities. Instead, make the full cake, cut it into smaller size cakes and stock them in your freezer.
Makes about 20 servings


 
The cake:
6 large egg whites, at room temperature
2 tablespoons (30 grams) granulated sugar
2 cups (225 grams) ground blanched almonds
2 1/4 cups (225 grams) confectioners' sugar, sifted
6 large eggs
1/2 cup (70 grams) all-purpose flour
3 tablespoons (45 grams) unsalted butter, melted and cooled briefly

The coffee syrup:

1/2 cup water
1/3 cup sugar
1 1/2 tablespoons (7 grams) instant espresso or coffee

The coffee buttercream:

2 tablespoons (10 grams) instant espresso or coffee
2 tablespoons (15 grams) boiling water
1 cup (100 grams) sugar
1/4 cup (30 grams) water
Pulp of 1/4 vanilla bean
1 large whole egg
1 large egg yolk
1 3/4 sticks (7 ounces; 200 grams) unsalted butter, at room temperature

The chocolate ganache:

8 ounces (240 grams) bittersweet chocolate, finely chopped
1/2 cup (125 grams) whole milk
1/4 cup (30 grams) heavy cream
4 tablespoons (2 ounces; 60 grams) unsalted butter, at room temperature

The chocolate glaze:

5 ounces (150 grams) bittersweet chocolate, finely chopped
1 stick (115 grams) unsalted butter





How to:

To make the cake: 
- Position the racks to divide the oven into thirds and preheat the oven to 425 degrees F (220 degrees C). Line two 12 1/2-x15 1/2-inch (31-x-39-cm) jelly-roll pans with parchment paper and brush with melted butter. (This is in addition to the quantity in the ingredient list.)
- Working in a clean dry mixer bowl fitted with the whisk attachment, beat the egg whites until they form soft peaks. Add the granulated sugar and beat until the peaks are stiff and glossy. If you do not have another mixer bowl, gently scrape the whites into another bowl.
- In a mixer fitted with the paddle attachment, beat the almonds, confectioners' sugar and whole eggs on medium speed until light and voluminous, about 3 minutes. Add the flour and beat on low speed only until it disappears. Using a rubber spatula, gently fold the meringue into the almond mixture, then fold in the melted butter. Divide the batter between the pans and spread it evenly to cover the entire surface of each pan.
- Bake the cakes for 5 to 7 minutes, or until they are lightly browned and just springy to the touch. Put the pans on a heatproof counter, cover each with a sheet of parchment or wax paper, turn the cakes over and unmold. Carefully peel away the parchment, turn the parchment over and use it to cover the exposed sides of the cakes. Let the cakes come to room temperature between the parchment or wax paper sheets. (The cakes can be made up to 1 day ahead, wrapped and kept at room temperature.)

To make the syrup: 

- Stir everything together in a small saucepan and bring to the boil. Cool. (The syrup can be covered and refrigerated for up to 1 week.)

To make the buttercream: 

- Make a coffee extract by dissolving the instant espresso in the boiling water; set aside.
- Bring the sugar, water and vanilla bean pulp to a boil in a small saucepan; stir just until the sugar dissolves. Continue to cook without stirring until the syrup reaches 255 degrees F (124 degrees C), as measured on a candy or instant-read thermometer. Pull the pan from the heat.
- While the sugar is heating, put the egg and the yolk in the bowl of a mixer fitted with the whisk attachment and beat until the eggs are pale and foamy. When the sugar is at temperature, reduce the mixer speed to low and slowly pour in the syrup. Inevitably, some syrup will spin onto the sides of the bowl - don't try to stir the spatters into the eggs. Raise the speed to medium-high and continue to beat until the eggs are thick, satiny and room temperature, about 5 minutes.
- Working with a rubber spatula, beat the butter until it is soft and creamy but not oily. With the mixer on medium speed, steadily add the butter in 2-tablespoon (30-gram) chunks. When all the butter has been added, raise the speed to high and beat until the buttercream is thickened and satiny. Beat in the coffee extract. Chill the buttercream, stirring frequently, until it is firm enough to be spread and stay where it is spread when topped with a layer of cake, about 20 minutes. (The buttercream can be packed airtight and refrigerated for 4 days or frozen for 1 month; before using, bring it to room temperature, then beat to smooth it.)

To make the ganache: 

- Put the chocolate in a medium bowl and keep it close at hand. Bring the milk and cream to a full boil, pour it over the chocolate, wait 1 minute, then stir gently until the ganache is smooth and glossy.
- Beat the butter until it is smooth and creamy, then stir it into the ganache in 2 to 3 additions. Refrigerate the ganache, stirring every 5 minutes, until it thickens and is spreadable, about 20 minutes. (The ganache can be packed airtight and refrigerated for up to 3 days or frozen for 1 month; bring to room temperature before using.)

To assemble the cake: 

- Line a baking sheet with parchment or wax paper.
- Working with one sheet of cake at a time, trim the cake so that you have two pieces: one 10-x-10-inches (25-x-25-cm) square and one 10-x-5-inches (25-x-12.5-cm) rectangle.
- Place one square of cake on the parchment and moisten the layer with coffee syrup.
- Spread about three-quarters of the coffee buttercream evenly over the cake.(If the buttercream is soft, put the cake in the freezer for about 10 minutes before proceeding.)
- Top with the two rectangular pieces of cake, placing them side by side to form a square; moisten with syrup.
- Spread the ganache over the surface, top with the last cake layer, moisten, then chill the cake in the freezer for about 10 minutes.
- Cover the top of the cake with a thin layer of coffee buttercream. (This is to smooth the top and ready it for the glaze - so go easy.)
- Refrigerate the cake for at least 1 hour or for up to 6 hours; it should be cold when you pour over the glaze. If you're in a hurry, pop the cake into the freezer for about 20 minutes, then continue.

To glaze the cake: 

- Bring the butter to a boil in a small saucepan. Remove the pan from the heat and clarify the butter by spooning off the top foam and pouring the clear yellow butter into a small bowl; discard the milky residue. Melt the chocolate in a bowl over—not touching—simmering water, then stir in the clarified butter. Lift the chilled cake off the parchment-lined pan and place it on a rack. Put the rack over the parchment-lined pan and pour over the glaze, using a long offset spatula to help smooth it evenly across the top. Slide the cake into the refrigerator to set the glaze and chill the cake, which should be served slightly chilled. At serving time, use a long thin knife, dipped in hot water and wiped dry, to carefully trim the sides of the cake so that the drips of glaze are removed and the layers revealed.

- Keeping:  Each element of the cake can be made ahead, as can the assembled cake. The cake can be kept in the refrigerator, away from foods with strong odors, for 1 day, or you can freeze the cake, wrap it airtight once it is frozen, and keep it frozen for 1 month; defrost, still wrapped, overnight in the refrigerator.


- An American in Paris: I rarely play around with this classic, but when I do, it's to add a little crunch to the mix by pressing toasted sliced almonds onto both the buttercream and the ganache.



Hasilnya enak banget deh pokoknya.... nggak menyesal repot-repot membuatnya hehehehe....Berani mencoba? ^_^