BLOG ini adalah karya pribadi saya. Karena itu mohon untuk TIDAK menggunakan/mengcopy/mengedit foto-foto yang ada di blog ini dan memanfaatkannya untuk keperluan komersial/umum tanpa ijin tertulis dari saya. Jika ingin mengcopy-paste isi maupun foto yang ada di blog ini untuk keperluan pribadi, diharapkan menyebutkan sumber dan link asal.

"JANGAN ASAL COPY-PASTE karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal." (Sumber: JACP. http://anotherfool.wordpress.com/jacp/ )


Tuesday, May 31, 2011

PERALATAN BAKINGKU - MIXER

Sudah agak lama aku ingin share tentang alat-alat "perang" yang aku pakai di dapur, cuma motretnya baru kesampaian beberapa waktu lalu.
Aku share satu-persatu ya, supaya jadinya nggak terlalu panjang.
Yang pertama kali ini adalah mixer.

Mixer bagi seorang bakul kue (atau pecinta baking) merupakan salah satu alat wajib, tidak masalah merk atau kapasitasnya.

Saat ini aku mempunyai 2 buah mixer:


1. Mixer Bosch, yang aku miliki sejak tahun 2002.
 
Mixer yang satu ini benar-benar tahan banting dan memuaskan, sesuailah dengan harganya hehehe.... Dulu belinya sekitar 2 juta lebih dikit (masih teringat dulu sampai menguras tabungan hahaha....), sekarang ini harganya hampir mencapai 4 juta.
Tapi memang kemampuannya harus kuacungi jempol.......
Untuk mengadon roti, donat, sampai cake, atau sekedar putih telur, dan mentega untuk butter cream, kemampuannya sangat dapat diandalkan.
Untuk membuat adonan roti (dough) benar-benar bisa sampai kalis elastis dengan kapasitas max 2 kg adonan basah (1 kg terigu).
Untuk membuat cake yang menggunakan kuning telur saja pun, dapat mengocok sampai kental sekali dalam waktu yang relatif tidak lama.
Karena itu untuk sementara masih belum bisa pindah ke lain merk hehehe....
Kekurangannya, untuk adonan yang sedikit justru menyusahkan, kalau adonan roti jadi banyak menempel di bagian tengah, sedangkan untuk adonan cake jadi kurang merata.
Karena itu aku mempunyai 1 mixer cadangan yang ini:

2. Hand Mixer Philips
 
Sebetulnya, sekitar tahun 1999 aku punya satu buah mixer Philips dengan standingnya, tapi setelah punya mixer Bosch di atas jadi jarang aku gunakan, karena dulu memang aku jarang sekali bikin kue. Akhirnya mixer Philipsku itu aku pindahtangankan untuk mamiku. Sekarang malah kayaknya sudah pindah tangan lagi ke kakak iparku, karena mami jarang bikin kue.
Nah, mulai akhir 2009 aku mulai suka bikin kue lagi, penasaran dengan berbagai macam resep yang ada, ternyata butuh juga mixer kecil ya.... karena kadang 1 resep hanya menggunakan 3-4 butir telur, belum lagi kalau ada resep di mana menteganya harus dikocok sendiri, atau putih telurnya dikocok terpisah.....
Akhirnya beli satu lagi deh..... hand mixer saja cukup deh.....
Mixer Philips ini lebih sering aku gunakan untuk resep-resep kecil (sedikit telur), kalau ada orderan lebih sering menggunakan yang Bosch karena kapasitasnya yang lebih besar.
Untuk kue kering juga pakai yang Philips ini, karena kan biasanya cuma mengocok mentega sebentar saja.

Jadi buat yang sedang belajar membuat kue, atau senang membuat kue, mixer is a must have.... Sangat membantu walaupun untuk adonan super sederhana seperti pancake hehehe....

Masalah merk dan model apa yang akan dibeli, disesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang ada tentunya....
Sekarang ini banyak sekali merk dan model mixer. Untuk hand mixer, ada Philips, Signora, Miyako, buanyak deh..... Untuk kelas heavy duty juga mulai dari merk Signora, Kitchen Aid, Bosch, Kenwood, sampai yang buatan China pun sekarang banyak sekali dengan kapasitas "pabrik roti". Tinggal pilih sesuai kebutuhan ya... Harga mulai dari ratusan ribu sampai belasan/puluhan juta malah hehehe....

Kalau untuk kualitas, tentunya sudah jadi tradisi, ono rego ono rupo, alias barang dengan spesifikasi sama dengan harga yang lebih mahal biasanya memang lebih berkualitas. Dalam hal mixer, mungkin mengocoknya lebih cepat tercapai keadaan yang diinginkan, suaranya lebih halus, bahannya lebih bagus, atau mesinnya lebih kuat.

Untuk segi keawetan, sebetulnya yang lebih berpengaruh adalah cara pakai kita. Barang apa pun juga, kalau dipakai sesuai kapasitas dan perawatannya baik, tentunya akan lebih awet daripada kita gunakan secara sembrono. Nggak percaya?? Aku dan suamiku setiap hari masih menggunakan sepeda motor alfa tahun 1989 dari jaman aku SMP, dan mesinnya masih nyaman dipakai hehehehe..... Sudah menemani belasan tahun hidupku, mulai dari Cilacap, Yogya, Bandung, sekarang Banyuwangi ^_^

Huaaa... panjang juga jadinya ya cuma ngomongin mixer.....
Oya, jangan mudah tergiur oleh iklan-iklan atau promosi ya.... kadang promosi barang itu tidak selamanya 100% benar. Kalaupun tertarik dengan suatu promosi, tanyakan benar-benar garansinya, perawatannya, dsb supaya tidak menyesal setelah membeli.....

Sekian dulu bahasan soal mixer.... soalnya belum banyak pengalaman tentang merk-merk mixer hehehe.... semoga bermanfaat ya..... ^_^

2 comments:

  1. A motivating discussion is worth comment. There's no doubt that that you ought to publish more on this issue, it might not be a taboo subject but generally people do not speak about such topics. To the next! Best wishes!!

    Here is my site :: binoa

    ReplyDelete
  2. Greet your guests wall Stickers Definition canada in a
    stunning '50s style pink skirt embroidered with a black poodle appliqu. But now more than 40 countries or jurisdictions have introduced stickers definition similar to those created by the FDA. The major advantage of using such a service. Business Insider: Do you think you have restless leg syndrome or something. The most popular one.

    Here is my blog ... sticker printing

    ReplyDelete