BLOG ini adalah karya pribadi saya. Karena itu mohon untuk TIDAK menggunakan/mengcopy/mengedit foto-foto yang ada di blog ini dan memanfaatkannya untuk keperluan komersial/umum tanpa ijin tertulis dari saya. Jika ingin mengcopy-paste isi maupun foto yang ada di blog ini untuk keperluan pribadi, diharapkan menyebutkan sumber dan link asal.

"JANGAN ASAL COPY-PASTE karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal." (Sumber: JACP. http://anotherfool.wordpress.com/jacp/ )


Friday, May 2, 2014

NASTAR


Nastar, atau kalau orang dulu menyebutnya ananas tart, adalah salah satu kue kering yang paling aku sukai.... Anakku yang tidak terlalu menggemari kue kering saja bisa menghabiskan satu toples sendiri hahahahaha........

Banyak resep nastar yang beredar di dunia maya ini, mulai dari nastar ekonomis, nastar old style, nastar dengan berbagai macam isian (durian, coklat, dsb), black nastar, sampai nastar keju. Aku sendiri hanya menyukai nastar dengan isian selai nanas, lain itu tertarik pun tidak hehehehe....

Dengan resep yang tepat, akan diperoleh hasil yang sesuai dengan selera kita. Ada yang suka model nastar yang "ngeprul", tapi ada juga yang suka dengan model nastar yang agak keras. Seleraku adalah yang "ngeprul", kalau dimakan akan hancur di dalam mulut.... ^_^
Setelah mencoba beberapa macam resep yang beredar, juga resep warisan dari nenekku, yang paling cocok adalah nastar NCC...

Membuat nastar memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Terutama pada bagian membuat selainya dan membulatkan nastarnya satu-persatu, belum lagi mengoles kuning telurnya pada saat mengoven... karena itu tidak heran jika nastar biasanya dihargai cukup mahal, karena perjuangannya memang berat untuk menghasilkan nastar yang enak dan cantik hehehehe.....

Selai yang digunakan untuk membuat nastar tidak bisa sembarang selai ya, apalagi selai yang untuk olesan roti, karena selai untuk nastar biasanya lebih padat, cenderung liat. Selai yang paling enak untuk dijadikan isian nastar adalah yang homemade, alias membuat sendiri. Ada sih selai nanas yang sudah jadi, tapi biasanya kalau kemasan bermerk kan mengandung pengawet atau bahan-bahan yang tidak kita ketahui. Selain itu, harganya yang cenderung murah jujur saja membuat agak bertanya-tanya, karena membuat sendiri bisa lebih mahal lho... maksudnya, apakah benar yang dijadikan bahan baku selai nanas itu benar-benar buah nanas segar? Sedangkan dari yang pernah kubaca, saus tomat pun tidak terbuat dari tomat hehehehe....

Nah ini dia resep yang biasa kugunakan ya......

NASTAR
by: Fatmah Bahalwan

Bahan kulit:
250 gr Margarine
250 gr Butter
100 gr gula halus
4 btr kuning telur
700 gr tepung terigu
4 sdm susu bubuk FC

Bahan polesan:
3 btr kuning telur
1 sdt cookie glaze

Cara membuat:
- Aduk mentega, gula dan telur hingga rata. (mixer speed 1, asal nyampur)
- Masukkan tepung terigu dan susu bubuk, aduk perlahan hingga tercampur rata.
- Ambil sedikit, bentuk bulat, isi dengan selai nanas. Susun diloyang tipis, beri jarak satu dengan yg lain.
- Oven dengan suhu 140’C selama lk. 30 menit, keluarkan dari oven, poles dengan bahan polesan, oven lagi hingga kuning mengkilat.
- Angkat, biarkan dingin, susun dalam toples, tutup rapat.





SELAI NANAS
Bahan:
4 bh nanas palembang, haluskan
200 gr gula pasir
1 sdt garam
1 ptng kayu manis

Cara membuat:
- Masak nanas halus bersama airnya, garam dan kayu manis hingga kering, tuang gula pasir, masak terus dengan api kecil hingga kering dan liat. Angkat.


*Catatan: untuk pembuatan selai nanas lebih lengkap, silakan klik di sini.




Cukup mudah kan sebetulnya membuat nastar ini.... hanya memang membutuhkan waktu yang cukup lama....
Oya, bahan-bahan yang digunakan dalam membuat adonan nastar akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhirnya, terutama margarine atau butter yang digunakan. Makin enak margarine dan butter yang digunakan, nastar yang dihasilkan juga akan lebih enak, lebih wangi, dan membuat kita tidak bisa berhenti makan hehehehe..... ^_^

Berani mencoba membuat nastar? Siapa takut ^_^

36 comments:

  1. Halo sist irene...sy newbie nih...seneng mampir ke blog sist..slm knal... oiya,,blh tnya kah...utk 1toples nastar..pake nastar brp buah ya sist....tx be4.Gbu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal...
      Pertama-tama mohon untuk tidak memanggil saya sist dan semacamnya.
      Untuk 1 toples nastar, tergantung toples ukuran berapa? Nastarnya besar-besar atau kecil-kecil? Menggunakan kertas pembatas atau tidak? Diatata renggang atau padat?
      Saya rasa lebih baik dicoba dulu membuatnya, lalu dicoba dimasukkan ke dalam toples, jadi bisa mengira-ngira sendiri, karena semua sangat relatif tergantung dari banyak faktor.
      Maaf jika tidak banyak membantu...

      Delete
    2. halo sist irene, thx y dah bagi resepnya. mau tanya kalo menteganya diganti pake blueband smua apa bisa? trus kl margarine dan butternya biasanya pake merk apa y?thx

      Delete
    3. Ehm... mohon lain kali tidak memanggil saya sist, ya.....
      Jika mau dianti bluband semua, bisa-bisa saja kok.... hanya akan berbeda di hasil, tidak sengeprul yang dicampur butter dan tentunya aromanya akan berbeda juga.
      Saya biasanya menggunakan wijsman.....

      Delete
  2. Replies
    1. Sama-sama... oya, rasa selai di dalam nastar pengaruhnya sangat besar sekali lho, kalau bisa, selainya membuat sendiri supaya hasilnya memuaskan yaa.... Kalau selai beli biasanya bukan dari nanas asli soalnya hehehe....^_^

      Delete
  3. oh gt y bu. bu. kl manggang ovennya pake oven biasa apa bisa atasnya tetp mengkilap? selama ini sy pake oven listrik, sy dah kenali karakternya. krn pesanan lmyn, jd manggangnya lama bu. trus, kl oven yg ibu pake itu(sy lht di perlatn bakery ibu itu) apa apinya bs ats bwh? cara kerjanya ky oven biasa ato ky oven listrik? sy ada cita2keingnan utk bl oven yg ky pny ibu.he3hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memanggang nastar memang butuh ketelatenan hehehe.... saya memanggang nastar bisa sampai hampir 1 jam namun dengan api kecil. Dulu saya memanggang nastar juga menggunakan oven hock yang ukuran 30 cm, lalu setelah memiliki oven gas yang besar, baru memanggang dengan oven gas tersebut, karena memanggangnya bisa sekaligus banyak. Kalau mengkilapnya, tetap mengkilap kok, kan itu dari olesan kuning telurnya, bukan dari ovennya.... dan mengoleskan kuning telurnya pada saat setengah matang ya, kalau masih adonan diolesi, biasanya jadi retak-retak olesannya....
      Oven gas yang besar yang saya miliki, ada api bawah dan atas, namun api atas sejauh ini baru dipakai untuk memanggang roti supaya permukaannya bisa coklat sekali, dan untuk lapis legit. Selain itu hanya menggunakan api bawah saja kok... untuk cake, kue kering, dll semua menggunakan api bawah saja, hanya tetap perlu dipindah-pindah posisi loyangnya agar merata matangnya.... Wah saya doakan suatu saat nanti tercapai keinginannya Niko beli oven gas ya... hehehe.... ^_^

      Delete
    2. Amin2bu, maaf saya pake laktop suami jd nama yg tercantum nama suamiku, niko. perkenalkan namaku fenny( asli wong kebumen yg ngapak2)hehehe. lam kenal ya bu irene. sy pernh cb olesi kuning telur saat adonan setengh matang, memang hslnya bs lbh rapi dan mengklp, tp stlh dingin wktu mau disusun dalam toples kok olesan kuning telurnya kok pada coplok alias lepas, jd nastarnya pd gundul.knapa y? berdsr keslhn itu jadinya sy olessinya wkt msh jd aedonan, jdnya mengklp, tp krg rapi bu.

      Delete
    3. Salam kenal (lagi), Fenny... hehehe...
      Kalau dulu saya oles kuning telur waktu masih adonan mentah, hasilnya retak-retak, setelah cari tahu sana-sini, saya mencoba mengoleskan kuning telur waktu 1/2 atau 3/4 matang. Hasilnya bisa mengkilap dan tidak lepas kok setelah matang. Coba untuk kuning telurnya begini, 2 kuning telur ditambahkan 1 sendok makan susu cair (misal susu ultra yang putih), dan 1/2 - 1 sendok teh minyak goreng. Mudah-mudahan jadi lebih kinclong dan nggak pada mrotholi lagi ya lapisan kuning telurnya.... ^_^

      Delete
  4. oke2bu irene. thx bgt ya. bsk kl pas buat aku coba. omong2, bu irene kursus masak dimana si? kok pinter bgt buat kuenya? apa dl pernah sklh masak sebangsa SMK?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh terima kasih dipuji lagi hehehe... saya tidak pernah kursus atau sekolah jurusan masak-memasak.... Pada dasarnya saya suka uthek-uthek di dapur, namun kalau dulu tidak punya resep, dan orang-orang kalau ditanya resep ini atau itu pada pelit hehehehe...
      Baru tahun 2009 saya mulai cari-cari resep di internet, lha kok lama-lama pingin nyobain semua... dari mulai masakan, cake, cookies, terutama roti saat itu... karena suami dan anak doyan sekali roti.

      Setelah berhasil membuat roti, baru ingin mencoba semua yang lainnya. Inspirasi saya adalah keluarga saya, saya ingin membuatkan makanan yang enak dan sehat untuk mereka. Apalagi sama seperti di Kebumen, saya di Banyuwangi juga kota kecil, cari kue yang enak atau agak aneh sedikit pasti tidak ada. Karena itu sembari belajar, sembari menyenangkan keluarga...
      Dan saya orangnya mudah tertantang, kalau ada resep yang menarik atau tampaknya enak, saya menantang diri sendiri, bisa tidak ya, membuat ini? Kalau sudah bisa ya sudah, ganti resep lain lagi. Kalau enak mungkin sering dibuat ulang, atau dimodifikasi jika ada yang kurang pas. Jadi kadang sambil bereksperimen juga hahahaha..... Ada masanya juga kadang gagal dan kecewa, jadinya takut mau mencoba lagi, tapi berusaha semangat dan mencari di mana kesalahannya, agar bisa lebih baik saat membuat lagi....

      Sebetulnya masih banyak sekali resep dan foto-foto yang ingin saya share di blog, berbagai macam cake, dessert, masakan, juga tips-tips praktis dapur, cuma kadang malesnya itu lho hahahaha....
      Terutama masak, dulu terbatas sekali kemampuan saya, kalau tidak masak ini ya itu. Sekarang, selama keluarga doyan masakan itu, apa pun saya usahakan bisa, mulai dari berbagai menu chinese food yang rasanya tidak kalah dengan restoran mahal, masakan ala jawa, pasta (anak saya suka sekali jenis-jenis spaghetti), apa saja deh pasti saya usahakan mempelajarinya hehehe....
      Intinya kalau kita niat dan sungguh-sungguh berusaha, tidak ada yang tidak bisa lho.... ^_^

      Delete
  5. oh gitu to bu.saya salut bgt lho ama ibu, dah buka pesanan,bagiin resep n mau bg penglmn, masakin n buatke kue buat keluarga...trus gmn atr wktnya...hehehe..sy suka bgt jg buat2 gt, cr resep sana sini tp jrg berhslnya bu cm kdg aja berhsl. tp resep ibu, byk berhslnya stlh sy cb, ank sy suka, sy jd smgt. thx lho bu. GBU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... kebetulan saya orangnya tidak bisa diam, maksudnya kalau menganggur malah bingung... jadi kalau di rumah ada waktu ya saya manfaatkan untuk masak atau membuat kue... kadang malam hari sepulang dari toko, masih bersibuk ria di dapur sampai tengah malam hahaha....
      Saya ikut senang kalau banyak resep yang berhasil dicoba oleh Fenny... GBU too... ^_^

      Delete
  6. Trims bak resepnyanya salam kenal dari nubi yang baru mau belajar :-D

    ReplyDelete
  7. hhmmmmm., , , kayaknya enakkkkk nich mbk n perlu dicoba, , biasanya sich klu ak tak tambahin kuning telur rebuss mbk, , , , bikin lumer dimulutt, , hheheheheh, , , ,
    makasih mbk resepnya, , heheeheheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biarpun tanpa kuning telur rebus pun sudah lumer di mulut kok, apalagi jika menggunakan terigu protein rendah... setoples nggak cukup deh... ^_^

      Delete
  8. Salam kenal mbk...saya sudah cobain resepnya mbak iren..rasanya enak banget n lumer dimulut,tp tampilannya itu lho mbak,kok melebar dibawah ngga bulat kyk sblm di oven,padahal loyangnya tidak sy olesi margarin,knp bs gt ya mbk...tp tetep aja sih langsung ludes,saking enaknya hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo salam kenal Inung.... ^_^
      Syukurlah jika cocok dengan resepnya....
      Kalau sampai mbleber (melebar pada saat dipanggang), kemungkinan waktu membuat adonan, mengocok menteganya terlalu lama. Mengocoknya sebentar saja hanya sampai rata saja. Selain itu, mungkin juga sebelum dipanggang, adonannya terpapar cuaca panas, sehingga mentega bisa agak mencair. Kalau saya membuat nastar biasanya sekaligus banyak, bisa sampai 4 resep. Nah, biasanya adonannya saya simpan di kulkas. Saya ambil sedikit yang mau dipulung/dibentuk, sisanya tetap di kulkas. Setelah itu, jika tidak langsung dipanggang, saya simpan di kulkas lagi. Soalnya saya sehari-hari juga bekerja, jadi kadang baru 2-3 hari selesai membentuk nastar segitu banyak hehehehe....
      Mudah-mudahan berikutnya tidak melebar lagi pada saat dipanggang ya.... ^_^

      Delete
  9. Oow...gitu ya..pantes aja kue sy melebar,sy pulung2 sekaligus smpe bbrp loyang baru sy oven,maksudnya sih spy tinggal ngoven aja...betul mbak slama ngantri msuk oven kue2 sy pada ngeluarin minyak mbak...makasi banyak resep n tipsnya ya mbk,lain kali sy ga akan bikin antrian lg deh hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihihi... iya saya pertama kali dulu juga begitu kok... yang penting jangan takut mencoba lagi ya.... semoga sukses ^_^

      Delete
  10. Mba Irene kue nastar ini tahan berapa lama tanpa pengawet?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan proses yang higienis, pemanggangan yang sempurna, dan penyimpanan yang tepat, sejauh ini saya pernah uji coba sampai 4 bulan di dalam toples, masih renyah seperti baru.

      Delete
  11. Mba irene yg baik n ga pelit berbagi tips....sy kagum n sukaaa bgt liat tampilan kue2nya mba yg bagus2 n pasti bikin sy ngeces hehe...sy mau nanya mba,klo misalnya kue nastar ini sdh 1 bln trus terasa agak melempem lalu kita oven lagi apakah kuenya bisa renyah lagi?makasi sebelumnya...(dina)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Dina....
      Bisa kok, untuk kue-kue kering yang mulai melempem, bisa dioven kembali dengan suhu rendah (api kecil) dan tidak perlu terlalu lama, mungkin hanya sekitar 10-15 menit, tergantung jenis kuenya juga ya.... hasilnya akan renyah kembali. Semoga bermanfaat ^_^

      Delete
  12. Mbak Irene, idealnya utk nastar pakai terigu protein rendah ato yang sedang ya mbak..? Maturnuwun sblmnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa keduanya kok, bisa protein rendah atau sedang, tidak terlalu beda hasilnya. Bisa juga dimix antara keduanya. Selamat mencoba ^_^

      Delete
  13. Mbk, kalo misalnya mau dicampur keju, takarannya gmn ya?
    Makasih... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum pernah membuat nastar keju, karena kurang suka.... coba cari di google, nastar keju NCC, biasanya resepnya yahud kok.... semoga bermanfaat ya.... ^_^

      Delete
  14. Akhirnyaa.. Dapat resep nastar yang lumer di mulut. Resep saya sebelumnya agak keras. tapi emang dasar doyan, tetap saja habis disikat anak-anak. Cuma, agak kurang manis kata mereka. Kalau misalnya resepnya saya tambahkan gula 100 mg lagi, bakalan jadi keras gak mbak Irene? Soalnya di resep saya yang sebelumnya, untuk 800 gr tepung, mentega 400 mg, gulanya 200 gr. Mohon pencerahannya mbak.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat saya, resep ini sudah cukup manis ya... tapi kalau mau ditambahkan gula lagi, silakan saja. Tapi kalau pakai mg apa tidak terlalu sedikit? 1 gram = 1000 mg

      Delete
    2. Iya, maksudnya 100 gr. Tapi bener kata mbak Irene, semakin lama disimpan, nastarnya kok tambah enak yah? Manisnya pas kok. Mungkin resep yang sebelumnya yang kebanyakan gula. Hehehhee.. Makasih sudah dibalas comment saya mbak.. Dan makasih juga sudah berbagi macam-macam resep di blog ini. Bahan-bahannya simple, instruksinya mudah dimengerti, dan yang paling penting semuanya enaaak.. Sangat membantu buat saya yang baru belajar masak. Sekali lagi makasih banyak mbak..

      Delete
    3. Hehehehe syukurlah jika akhirnya rasanya sudah pas. Sama-sama, terima kasih juga berkenan berkunjung ke blog saya ini.... Sukses selalu ya.... ^_^

      Delete
  15. Hallo mb irene,aku udah praktek resep ini,hasil nastar ku lembut ga bisa ngeprul,kalo hasilnya punya mb irene gimana?
    Mohon pencerahannya.. makasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bedanya lembut sama ngeprul itu di mana?
      Hasil yang saya dapatkan adalah lembut a.k.a ngeprul.

      Delete