BLOG ini adalah karya pribadi saya. Karena itu mohon untuk TIDAK menggunakan/mengcopy/mengedit foto-foto yang ada di blog ini dan memanfaatkannya untuk keperluan komersial/umum tanpa ijin tertulis dari saya. Jika ingin mengcopy-paste isi maupun foto yang ada di blog ini untuk keperluan pribadi, diharapkan menyebutkan sumber dan link asal.

"JANGAN ASAL COPY-PASTE karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal." (Sumber: JACP. http://anotherfool.wordpress.com/jacp/ )


Friday, June 3, 2011

PERALATAN BAKINGKU - OVEN

Oven merupakan salah satu alat baking yang sangat penting yang aku miliki.

Ini dia oven yang aku punya:

1. Oven Hock no. 3

Oven pertama yang aku punya, warisan dari mamiku, ukuran loyang maksimal 30cm. Sekitar tahun 1999 aku pernah berjualan kue kering selama beberapa tahun, karena itu aku butuh oven lagi. Aku beli oven merk Hock ukuran loyang 30cm juga.
Bertahun-tahun kemudian, oven warisan yang pertama aku miliki, aku sumbangkan karena panasnya kurang merata, dan saat itu aku sudah jarang membuat kue.
Oven Hock ini sangat berjasa, bahkan sampai sekarang masih sering aku pakai.

2. Oven Hock no. 2

Yang ini juga warisan dari mamiku hahahaha..... waktu tahu aku mulai aktif membuat kue lagi, tahun 2010 lalu oven ini diberikan kepadaku. Ukuran loyang maksimalnya 40cm, tapi aku pakai untuk loyang 30cm saja supaya panasnya merata.
Oven ini lebih jarang aku pakai karena memang lebih sering membuat kue dengan ukuran sedang saja.

3. Oven Golden Stars P2 120 A150

Hmmm.... ini dia oven terbaruku. Aku menimbang berbulan-bulan, beli atau tidak ya??
Tadinya pun yang mau dibeli yang lebih kecil, tapi seiring bertanya kesana kemari, kebanyakan menganjurkan sekalian yang besar saja, terutama kalau untuk memanggang kue kering, jadi bisa muat banyak sekaligus. Kupikir-pikir betul juga yah.... Kalau order kecil-kecil bisa tetap memakai oven yang lama.

Aku inden oven ini akhir Februari 2011 di salah satu toko di Denpasar, Bali. Sekitar 1 bulan lebih kemudian baru ovennya sampai ke rumahku. Merakitnya butuh waktu cukup lama waktu itu. Suami yang merakitkan, sempat salah juga masangnya, maklum belum pernah hehehe.....
Kaki dan ovennya terpisah, masing-masing sudah selesai dirakit, tapi nggak kuat mengangkatnya, jadi nunggu hampir seminggu sampai "bala bantuan" asisten dari tetangga sekaligus sahabat keluargaku datang, baru deh dipasang ke kakinya.

Butuh perjuangan juga saat itu, karena belum tahu seluk beluk oven gas seperti ini. Sempat kran untuk mengatur suhu dek atas dan bawah agar sama, aku puta-putar, karena penasaran fungsinya buat apa. Alhasil waktu dipanaskan pertama kali, suhu dek atas dan bawah beda hahahaha..... sampai telpon ke teknisinya di Bandung untuk tanya-tanya.
Oh, ternyata kalau suhu dek atas lebih panas, diputar ke kiri, gitu...... 

Akhirnya dengan trial and error, sekarang suhunya kayaknya sudah sama deh hehehehe....
Sempat ada adegan gasnya agak bocor juga, tapi masih bisa diatasi.
Penilaianku tentang oven ini? Sangat memuaskan. Sekali masuk bisa 8 buah loyang 40cm, panasnya relatif rata (biar bagaimanapun bagian samping-samping lebih panas daripada yang di tengah), dan hasil panggangannya bagus....... Tidak menyesal..... bisa dijadikan investasi, dan mudah-mudahan bisa menghasilkan karena masih belum balik modal nih hahahaha......

Untuk memanggang roti, cake, sampai kue kering, semuanya memuaskan. Dan yang pasti, aku bisa bikin lapis legit.... dari dulu penasaran banget soalnya, api atas itu kayak apa sih??
ooohhh.... ternyata seperti itu toh api atas hehehe...
Bisa bikin roti jadi coklat merata atasnya, juga untuk cake seperti bolu gulung. Pokoknya sip deh..... Kayaknya bisa buat memanggang ayam juga sih, cuma belum pernah dicoba nih.... ^_^
Ada yang pernah mencoba??

Semoga sharingku tentang oven ini berguna ya..... ^_^

30 comments:

  1. aq nyari oven hock di daerah denpasar toko na dimana ya?? thnks,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba di toko Setia Tunggal Denpasar, dulu saya beli oven gas yang besar di sana.... ^_^

      Delete
  2. Replies
    1. wah nggak tahu ya, saya kan bukan orang bali...

      Delete
  3. kakak, mo nanya, tu bli ovennya via sms? di golden star Bandung ya?...aq coba sms ke sana buat tanya harganya kok g dibales2 ya...apa kakak dulu juga kayak aq??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya dulu tanya-tanya ke pabriknya langsung di Bandung, tapi belinya di Bali seperti sudah tertulis di atas. Walaupun demikian, customer service di Bandung tetap menjawab dengan ramah dan baik saat saya ada masalah dengan oven tersebut. Kalau mau tanya-tanya jangan sms dong, tapi telepon, menunjukkan bahwa kita serius... okay? dan maaf kalau boleh saran, menulisnya jangan disingkat-singkat pakai bahasa yang nggak jelas ya... kita punya bahasa nasional Indonesia kok ^_^

      Delete
  4. ci, mau nanya merk ovennya apa, berapa kapasitas pembakarannya, sitemnya bisa api atas dan bawah sekaligus ya klo ngga salah baca...ukuran ovennya berapa kali berapa?? terima kasih banyak sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang mana? Semua kan sudah ada merk dan tipenya di tulisan saya di atas, termasuk kapasitas loyang yang bisa masuk ke dalamnya. Untuk dimensi persisnya, bisa dicari di google, banyak kok.... saya nggak ingat dan nggak mengukur juga soalnya hehehe...

      Delete
  5. mba mau tanya oven hock yg no 3 j kurang bagus ya? lalu tempat pembakaran arang diatasnya itu hrs terus digunakan selama proses pemanggangan atau gmn..mksdnya cara pakai arangnya hrs nyala ya arangnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau dibaca dengan teliti ada tulisan "Oven Hock ini sangat berjasa, bahkan sampai sekarang masih sering aku pakai."
      Jadi nggak perlu saya jelaskan lebih lanjut ya... dan saya TIDAK PERNAH mengatakan oven hock kurang bagus...
      Kalau mau pakai arang ya tentunya arang harus dalam kondisi menyala, kalau tidak, apa gunanya diberi arang?

      Delete
  6. Kak mau nanya oven hock no 2 bisa pake kompor gas biasa ga ? Maksudnya ga kegedean nangkringnya alias muat ga ya ?
    Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oven hock no. 2 itu yang ukuran berapa ya? Kalau saya punya oven hock ukuran 30cm dan 40cm, keduanya bisa kok ditaruh di atas kompor langsung. Cuma memang lebih baik jika dibuatkan pangkon atau alas untuk meletakkan ovennya supaya posisi lebih kokoh...
      Semoga membantu ya... ^_^

      Delete
  7. Saya pakai oven hock no.2 karena mulai buka usaha kue kering. Tapi bagian samping selalu gosong. Cara mengakalinya bagaimana ya? Soalnya yang bagian tengah masih belum kering.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk oven yang bukan oven gas, memang terkadang tidak bisa rata betul memanggangnya. Bagian samping-samping akan lebih cepat matang. Karena itu untukkue kering harus sering diputar loyangnya, selain itu kalau yang sudah matang, harus diambil dari loyang.. semoga membantu...

      Delete
  8. Hallo mbak Irene :) Sy ingin bertanya mengenai oven mbak. Betapa oven ini amat sangat vital dlm pembuatan cake, setelah sy beberapa kali mengalami kegagalan yg dugaan sy krn masalah oven.Karena sy perhatikan sy hanya bisa sukses membuat cake yg tdk butuh panas tinggi, seperi misalnya chiffon, muffin, buttercake, tp susah berhasil jika membuat cake yg tipis. Oven yg sy punya hanya oven listrik sharp yg ukurannya kecil & sy mempertimbangkan utk beli oven lg. Pertanyaan sy, kalau oven tangkring apakah bisa menunjang utk pembuatan cake yg tipis seperti lapis surabaya & rollcake yg butuh panas tinggi? Apakah bisa matang sampai ke tengah tanpa menjadi kering atau cekung permukaannya jika menggunakan loyang kapasitas maksimal? Atau oven tangkring pun jg tdk bisa, melainkan hrs oven gas mbak? Selama ini jika sy membuat cake yg tipis, walau hasilnya tetap lembut, tp selalu cekung di tengahnya. Sy sdh mencoba mulai dr suhu sedang sampai suhu maksimal oven sy, & dg resep yg sudah teruji berhasil (waktu berhasil itu memang dibuat dg oven yg harganya 10jt hehehee). Apakah mbak Irene berkenan berbagi tips utk masalah itu mbak? Atau apakah tipe rollcake memang sedikit turun di bagian tengahnya, jadi hanya pinggir2nya sj yg tinggi begitu? Maaf ya mbak Irene, pertanyaan nya banyak, karena penguasaan sy yg sedikit. Semoga tdk merepotka mbak Irene ya. Terimakasih banyak sebelumnya ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya mempunya 2 oven tangkring, ukuran 30 dan 35, merk Hock. Sejauh ini sangat memuaskan, mulai dari roti dan segala jenis cake, bisa dibuat. Yang tidak bisa hanya lapis legit.
      Oven gas hanya saya pakai untuk produksi lapis legit dan produksi massal cookies...
      Rollcake kadang memang sedikit agak lebih tinggi pinggirnya akibat suhu yang sangat panas, sehingga mengembang tinggi, namun lalu agak kempes lagi bagian tengahnya. Tapi tidak sampai kempes sekali kok... masih bisa dibilang sama tingginya....

      Sesungguhnya tidak ada tips khusus untuk oven, karena memang harus sering dipakai dan mempelajari arakter masing-masing oven dan kompor. Bukan hanya oven ya, tapi kompor juga besar pengaruhnya...
      Kalau sudah memahami karakter keduanya, hampir bisa dipastikan membuat apa saja pasti berhasil kok ^_^

      Delete
    2. Terimakasih ya mbak Irene :) Iya, benar, kemarin sy juga ingin menanyakan perihal kompor, tp kelupaan. Kl tdk salah sy penah baca di salah 1 posting mbak Irene kalo kompor mbak Irene bukan kompor biasa, tp kompor yg banyak mata api nya (ato apa istilahnya ya?hehe). Sedangkan kompor sy standart yg umum dipakai banyak org. Menurut mbak Irene apakah memadai utk oven ukuran 35cm mbak? Sy punya oven tangkring, tp blm pede pakainya, sepertinya ukurannya jg 35-40cm. Tp oven sy bukan hock, entah performanya bagaimana. Sy sedang ancang2 ingin coba, tp tanya mbak Irene dulu de, biar lebih pede :D Oh ya, maaf tanya 1 lg sj ya mbak Irene. Biasanya kalau sy ujucoba 1 resep (termasuk jg oven br) sy coba hanya sepersekian resep. Yg ingin sy tanyakan, bagaimanakah prinsip baking jk ukuran loyang bertambah, atau jumlah loyangnya bertambah? Apakah suhu berikut lama pemanggangan semua ditambah atau bagaimanakah? Terimakasih sebelumnya ya mbak Irene ^_^ Salam, Priscilla

      Delete
    3. Kompor saya sebetulnya kompor biasa kok, hanya yang model tanam, jadi tidak ada kakinya, dan memiliki 4 mata api kompor, jadi bisa sambil masak, sambil merebus air, sambil goreng telor, sembari bikin kolak juga hahahaha... kemaruk ya... yang paling sering saya pakai cuma 2 saja kok...
      Sebetulnya tidak masalah menggunakan kompor jenis apa saja, yang penting apinya nanti tidak langsung menyentuh dasar oven ya.... merk oven sebetulnya juga tidak terlalu masalah, walaupun tentunya kalau bahan bakunya lebih bagus tentunya lebih baik untuk menghantarkan dan meratakan panas...

      Untuk suatu resep yan digandakan, misalnya, resep A untuk loyang 20X20 tinggi 4cm. Lalu akan membuat 2 resep, dengan loyang yang lebih besar, misal loyang 28X28 dengan tinggi yang sama, seharusnya tetap menggunakan suhu yang sama, dan waktunya juga kurang lebih sama, mungkin agak lebih lama sedikit tapi tidak dua kali lipat.
      Untuk resep-resep yang dipanggang, diusahakan ketinggian cake yang diinginkan sama dengan yang di resepnya. Kalau resep bolu gulung yang tingginya hanya 2cm misalnya, dimasukkan ke loyang sehingga tingginya menjadi 4cm, maka waktu yang digunakan akan lebih lama, dan api yang digunakan harus lebih kecil, jika tidak, bagian pinggirnya akan kering dan bagian dalamnya belum matang.

      Mudah-mudahan cukup jelas ya... ^_^

      Delete
  9. Oh sy pikir 4 mata api itu utk tiap 1 kegunaan ada 4 lingkaran tempat lubang api dr lingkaran kecil di tengah smp paling besar di luar, jd suhunya bisa tinggi sekali. Syukurlah sy jd tdk perlu menabung utk membeli oven gas .Keterangannya jelas koq mbak Irene. Sy akan bertempur lg melawan oven sy hehehe. Terimakasih banyak & sampai jumpa :D Salam sukses selalu utk mbak Irene sekeluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip... semoga hasil kue-kuenya memuaskan ya Priscilla... ^_^

      Delete
  10. Senang berkunjung ke blog ini karena banyak hal baru ...
    Btw, oven-nya besar dan mantap !

    ReplyDelete
  11. Kalau boleh tahu minta infonya beli/pesan oven gas golden star nya dimana terus berapa harganya. Atas infonya trimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toko Setia Tunggal Denpasar. Untuk harga silakan dicek sendiri, saya rasa tidak relevan jika saya memberi informasi harga barang yang saya beli sudah 4 tahun lamanya.

      Delete
  12. Terima Kasih Atas review nya sist :)
    sukses terus

    ReplyDelete
  13. Halo Mbak Irene slm kenal.

    Kak nanya nih ttg oven golden starny.kebetetulan pernah punya pengalaman buruk pake oven gas pd saat menyalakan api yaitu meledak dan menyambar apinya

    1)klo lg memasak kmd tiba2 gas habis/pas memasak pake api bwh kmd di menit menit terakhir pindah api atas gimana cara yg aman menghidupkan oveny spy tdk kesambar api/meledak oven ny?

    2)klo misal saat akan memasak memakai api atas/bawah/bawah&atas,pada saat menghidupkan api dengan pematik itu tiap pipa dihidupkan satu2 dgn pematik atau hanya menyalakn pematik pd satu pipa kmd pipa lain otomatis hidup sdri tanpa dihidupkan lg dgn pematik?

    Sekian pertanyaan saya & terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo salam kenal ^_^

      1. Selama ini saya menyalakan api baik atas maupun bawah tidak pernah sampai meledak atau menyambar apinya. Mungkin bukaan gasnya terlalu besar, sehingga gas sudah menyebar dulu ke seluruh bagian oven, jadi waktu api masuk, langsung blub! begitu.... Mungkin bisa dikecilkan sedikit bukaan gasnya.

      2. Nah kalau yang bawah, biasanya kalau saya, menyalakan di satu tempat atau baru menyalakan sebagian, apinya akan segera "menyambar" ke seluruh bagian lainnya. Sedangkan untuk api atas, harus dinyalakan tiap baris/pipanya, walaupun gasnya agak besar.

      Mudah-mudahan cukup membantu ya ^_^

      Delete