BLOG ini adalah karya pribadi saya. Karena itu mohon untuk TIDAK menggunakan/mengcopy/mengedit foto-foto yang ada di blog ini dan memanfaatkannya untuk keperluan komersial/umum tanpa ijin tertulis dari saya. Jika ingin mengcopy-paste isi maupun foto yang ada di blog ini untuk keperluan pribadi, diharapkan menyebutkan sumber dan link asal.

"JANGAN ASAL COPY-PASTE karena BLOG JUGA ADALAH HASIL KARYA CIPTA. Biasakan untuk meminta ijin kepada pemilik karya atau paling tidak menyebutkan sumber asal." (Sumber: JACP. http://anotherfool.wordpress.com/jacp/ )


Tuesday, June 21, 2011

PERALATAN BAKINGKU - PENGGARIS KUE KERING


Sudah lama aku mencari penggaris kue kering. Alat ini berguna agar kue kering yang dicetak sama tebalnya. Terkadang kalau tanpa penggaris ini, hasilnya bisa ketebalan atau ketipisan, seringnya yang tengah lebih tebal dan yang pinggir lebih tipis, jadi harus diulang lagi. Kerjanya jadi dobel deh.....
Pernah lihat suatu kali, harganya sekitar 35.000 kalau nggak salah. Itu pun di toko online, belum ongkos kirimnya sekitar 20 ribuan ke Banyuwangi.
Pikir punya pikir, akhirnya aku mencoba berimprovisasi dan membuat sendiri.
Aku membuat penggaris kue kering ini dari penggaris mika biasa yang dijual di toko-toko alat tulis. Jadi tentukan ketebalan kue kering yang kita mau, lalu penggaris-penggaris tadi ditumpuk. Supaya tidak mudah lepas atau kendor susunannya, pertama gabungkan dulu 2 buah penggaris, lalu isolasi di bagian pinggir-pinggir dan tengah. Lalu tambahkan satu lagi, diisolasi lagi, demikian seterusnya sampai mencapai ketebalan yang kita inginkan.
Tahap akhir, setelah diisolasi dengan erat, aku bungkus dengan cling wrap, plastik yang di supermarket biasanya digunakan untuk mengemas sayuran.
Jadilah satu buah penggaris kue kering murah meriah buatan sendiri. Tapi tentunya kita membutuhkan sepasang untuk di kanan dan di kiri, karena itu buat satu lagi dengan cara yang sama.

Untuk penggaris kue kering yang aku miliki ini, aku menggunakan 10 buah penggaris. Per buahnya 1.000 rupiah saja, jadi total hanya 10.000 saja harganya untuk sepasang ^_^
Tebalnya sekitar 6-7mm. Kalau ingin lebih tipis, tinggal dikurangi 1 buah penggaris. Atau setelah digilas adonannya, bisa digilas sedikit lagi tanpa penggaris ini sebagai pembatasnya. Yang penting kan di awalnya sudah rata, jadi nggak tebal tipis.
Nah untuk penggilasnya, nggak perlu juga beli rolling pin yang mahal-mahal. Aku mempunya satu buah rolling pin kayu dari jaman baheula, cuma ukurannya kan tidak terlalu panjang. Pada saat orderan kue kering mulai meningkat, harus mencari cara supaya menggilas bisa cepat dan banyak sekaligus.
Aku membeli alat untuk mengepel yang gagangnya terbuat dari aluminium (kalau ada stainless lebih baik). Waktu itu juga dapat murah meriah, harganya 11.000. Panjangnya sekitar 1,5 meter. Dengan bantuan suami tercinta, kepala pelnya dipotong, dan gagangnya dipotong jadi dua. Kedua jujungnya masing-masing diberi tutup dari karet. Jadilah 2 buah penggilas kue kering yang panjangnya sekitar 70cm.

Pada saat menggilas adonan kue kering, sebaiknya dilapisi dengan plastik atasnya, supaya adonan tidak menempel di alat penggilasnya, dan hasilnya juga lebih mulus, rapi dan bersih.

Alat-alat ini biarpun murah dan sangat sederhana, tapi sangat membantu apalagi kalau pas orderan kue kering agak banyak....

Semoga bisa menginspirasi teman-teman, terutama yang kesulitan mencari alat-alat semacam ini di daerahnya ^_^

17 comments:

  1. WAH IDENYA BOLEH TUH KREATIF BANGET.MOGA-MOGA MAKIN LARIS !

    ReplyDelete
  2. makasih banget yaa atas informasinyaa... kebantu bangeet...
    tapi aku ada pertanyaan nih, klo penggaris di solasi2 gituh kan tingginya nanti ga akan sama dengan penggaris yang tidak disolasi dong...

    ReplyDelete
  3. Isolasinya kan tipis jadi nggak akan terlalu ngaruh kok hehehehe....

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. makasih banget y ce irene...bener-bener sangat membantu, semuanya deh, ya resepnya ya sharing-sharingnya... :D Tuhan memberkati ce irene sekeluarga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kembali.... senang sekali jika apa yang saya tulis bisa berguna bagi orang lain.... ^_^
      GBU and family too...

      Delete
  6. Ide sangat cemerlang, salut banget dan bisa dicontoh, salam kenal ya mbak Irene,aku sama2 dari Bwi juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, salam kenal juga... semoga bermanfaat ya... wah Banyuwanginya di sebelah mana nih? ^_^

      Delete
  7. wah mbk kamu kreatif banget q suka baca blog kamu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih... hanya berusaha memaksimalkan peralatan dan bahan yang seadanya... beginilah nasib hidup di kota kecil, harus lebih kreatif untuk bisa mencapai yang diinginkan hehehe....

      Delete
  8. wah... baru saya mo beli penggaris kuker ternyata bisa buat sendiri... makasih infox ya mbak... moga tambah sukses...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama.... senang jika bermanfaat ^_^

      Delete
  9. Keren mbak ide nya..mbak klo supaya adonan donat bisa sama rata saat digiling dan di cetak bisa pakai penggaris ini jg ya, kira2 butuh berapa penggaris ya yg pas untuk donat. Makasih banyak ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk donat saya tidak pernah pakai penggaris, namun ditimbang adonannya supaya besarnya sama setelah matang. Silakan lihat di resep donat, ada kok di blog ini ^_^

      Delete
  10. Idenya bagus jg dan lebih praktis tuh mba,karna selama ini aku pake ubin kramik yg aku susun kurleb seperti penggaris mba iren, tp berat dan ribet, hehheeee, ntar aku mau coba cara mba irene aja ahhh, makasih infonya mba irene

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang jika ilmunya bisa bermanfaat... ^_^

      Delete